Jakarta, inioke.com–Pemerintah resmi menghentikan sementara layanan transportasi udara penumpang komersial. Ketentuan akan berlaku efektif sejak 25 April 2020 hingga 1 Juni 2020 dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Terkait calon penumpang yang terpaksa dibatalkan penerbangannya akan dikembalikan tiket (refund) dalam bentuk voucher, bukan dalam bentuk tunai. Nantinya, penumpang yang melakukan pengembalian dana (refund) ini akan mendapatkan kupon yang nilainya akan disesuaikan dengan nilai tiket yang dibeli sebelumnya bahkan tidak ada penambahan biaya jika ingin mengubahnya ke tanggal lain.

Hal ini terdapat dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Dalam Negeri. Dalam aturan tersebut, maskapai dapat mengembalikan tiket dalam bentuk voucher yang nilainya 100 persen.

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Denon Prawiraatmaja, menganggap kebijakan tersebut cukup fair untuk kedua belah pihak, antara konsumen dan maskapai penerbangan.

“Dari sisi airlines tentu membantu juga, dari sisi penumpang hanya jadi mundur saja schedule-nya, lalu kita juga diminta untuk menghindari rush di counter-counter bandara sehingga apapun yang berkaitan refund kan jadi kurang nyaman untuk jumlah besar,” katanya sebagaimana dikutip CNBC Indonesia, Jumat (24/4).

Baca juga :  Waspada Corona, Pemkab Pesisir Selatan Hentikan Apel Gabungan

Denon mengaku telah menyampaikan soal refund berupa voucher ini kepada YLKI. Ia mengimbau airlines supaya voucher reschedule tersebut jangan terlalu mepet jadwalnya.

“Jadi expired-nya diberikan cukup panjang, tidak mengorbankan penumpang,” tambahnya.

Denon juga menyinggung soal ditundanya pelarangan penerbangan yang mestinya sudah berlaku Jumat (24/4), tapi harus diundur jadi Sabtu (25/4). Ia menegaskan maskapai penerbangan butuh persiapan 1-2 hari sebelum ada pembatalan massal penerbangan. (ion/cnbc indonesia)