Tidak ada larangan bagi perantau untuk pulang kampung, kalau memang sudah rindu benar. Namun, harus patuh pada protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah, diantaranya isolasi mandiri di rumah.

Kalau bersikeras juga tidak mau menjalankan isolasi mandiri selama 14 hari bersiap-siaplah dijemput polisi. Ketegasan itu disampaikan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Wakilnya Nasrul Abit. Keduanya sepakat untuk menjemput paksa para perantau yang madar atau keras kepala itu.

“Bupati dan Wali Kota silahkan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI untuk menjemput mereka yang tidak mengindahkan instruksi isolasi mandiri,” kata Irwan.

Petunjuk Isolasi Mandiri

“Kita harus tegas sekarang, tidak ada lagi orang yang datang ke Sumbar yang tidak terdata. Karena jumlah yang positif dengan jumlah kedatangan orang itu bergaris lurus,” timpal Wagub Sumbar, Nasrul Abit.

Bahkan, Nasrul Abit menyarankan masyarakat untuk melaporkan ke polisi jika ada orang yang datang ke Sumbar, termasuk perantau, namun tidak mau karantina mandiri. Jika tidak patuh juga, maka akan dijemput paksa.

“Jika ada yang membandel, datang dari daerah merah tapi masih juga tidak patuh karantina mandiri, silahkan lapor polisi, tangkap, bawa ke tempat karantina,” ujar Nasrul Abit.

Baca juga :  Padang Panjang Segera Terapkan Belajar Tatap Muka di Sekolah

Ketegasan itu disampaikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar karena masih banyak perantau yang tidak mematuhi aturan isolasi mandiri. Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumbar masih menemukan perantau yang tidak disiplin menjalankan isolasi mandiri. Sehari atau dua hari di kampung langsung duduk-duduk di lapau atau jalan-jalan ke pasar. Seandainya saja, mereka termasuk orang tanpa gejala, tentu berpotensi besar menularkannya kepada orang lain.

Guna mendukung pengawasan perantau baru pulang tersebut, Gubernur menerbitkan instruksi untuk mendirikan posko penanganan COVID-19 hingga tingkat jorong atau dusun.

4000 perantau pulang tiap hari

Sementara itu Juru Bicara COVID-19 Sumbar, Jasman Rizal, menginformasikan setiap hari diperkirakan ada 4000 lebih perantau yang pulang  ke Sumbar. Pantauan dari 31 Maret sampai 15 April 2020, hampir 80 ribu orang ke Sumbar dari sembilan pintu masuk, darat dan udara.

Diperkirakan lebaran Idul Fitri nanti akan mencapai 350 ribu orang. Apalagi, tradisi hari raya di kampung ini sudah menjiwa bagi perantau-perantau Minang sejak dulunya.

Baca juga :  Hasil SNMPTN 2020 Diumumkan, Mari Cek di Laman Resmi LTMPT

“Mengantisipasi itu, Pemprov telah menyiapkan tempat isolasi di berbagai daerah. Beberapa tempat sudah mulai diisi orang yang tidak punya tempat isolasi mandiri di rumah, ungkap Jasman.

Terkait tempat karantina ini, Pemprov Sumbar telah menyiapkan 9 tempat di berbagai daerah. (GYN)