Padang, inioke.com–Pesatnya perkembangan wisata halal menjadi peluang yang sangat besar bagi Sumbar. Apalagi konsep wisata halal tersebut sesuai dengan kultur dan filosofi adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS-SBK).

Mendukung pelaksanaan wisata halal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar mensahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pariwisata Halal, Selasa, 9 Juni 2020. Pengesahan ditandai dengan penandatanganan bersama di ruang sidang utama DPRD Sumbar.

Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengatakan sejalan dengan pesatnya perkembangan pariwisata di negara-negara Islam, memunculkan potensi wisata baru. Ia mengatakan dari data jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sumbar, dari negara-negara Islam, khususnya kawasan Timur Tengah, masih sangat sedikit.

“Padahal potensinya sangat besar untuk dapat di raih oleh Provinsi Sumatera Barat melalui wisata halal ini. Perlu menjadi catatan, penyelenggaraan wisata halal, jangan sampai menjadi wisata eksklusif yang hanya dinikmati oleh masyarakat muslim. Kita perlu mensosialisasikan secara luas bahwa halal tourism merupakan penerapan nilai-nilai Islam dalam penyelenggaraan wisata, baik terhadap makanan, ketersediaan tempat ibadah, kebersihan dan penyelenggara perjalanan. Dengan demikian, wisata halal juga bisa nikmati oleh wisatawan non muslim,” jelasnya.

Baca juga :  Pasien Terakhir Sembuh, Tak Ada Orang Kena Corona di Bukittinggi Saat ini

Keputusan DPRD Sumbar tentang Pariwisata Halal ini akan diberi NOMOR 5/SB/2020 tentang persetujuan DPRD terhadap rancangan praturan daerah tentang penyelenggaraan pariwisata halal, untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengatakan dengan disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Pariwisata Halal, ada peningkatan kunjungan wisatawan ke Sumbar.

“Perda ini diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri. Dan ini juga menjamin kepastian hukum bagi penyelenggaraan di daerah. Dengan ditekankan dapat dilakukan perencanaan terarah dan terpadu serta jadi pedoman bagi daerah,” katanya.

Ia berharap pariwisata halal bisa menjadikan Sumbar destinasi wisata global dan memiliki daya saing yang baik.

“Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah bisa melakukan sosialisasi sehingga perda ini bisa terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Dalam pengesahan itu, hadir Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, pimpinan DPRD Sumbar, Sekda Alwis, ketua fraksi, dan anggota dewan yang menyaksikan melalui zoom. (mdj)