Padang, inioke.com–Perjuangan Anggota DPRD Sumbar, HM Nurnas, menegakkan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Barat (KPID Sumbar) berbuah manis. Rang Piaman itu diberi Anugerah Penyiaran oleh KPID Sumbar yang akan diserahkan Selasa (22/12).

Perhatian dan komitmen politisi Partai Demokrat tersebut dimulai sejak menjadi inisiator pembentukan lembaga negara yang diamanatkan undang-undang tersebut, termasuk Komisi Informasi Sumbar. Ibaratnya, KPID dan KI Sumbar anak kandung yang dilahirkan dan dirawat hingga sekarang.

“Untuk dua lembaga ini, lihia ambo kalangan,” tegas Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar ini.

Apa yang diucapkan Cak Nurnas itu dibuktikannya dalam menegakkan eksistensi dua lembaga tersebut. Setiap pembahasan anggaran menyangkut dua lembaga ini selalu muncul. Disanalah Nurnas mengalangkan lehernya, agar TAPD memahami tugas dan fungsi lembaga tersebut, serta anggaran yang dibutuhkan.

“Itu dua lembaga yang selalu ambo kawal dari A sampai Z. Eksistensi dua lembaga itu terbukti. Anggaran KI dan KPID selalu mendinamika dan kita selalu bersitegang urat leher,” ungkap tokoh Keterbukaan Informasi Publik 2019 ini.

Baca juga :  Ini apresiasi Bupati Pasaman Barat pada 43 keluarga yang mundur dari program keluarga harapan

Ditegaskannya, kepedulian terhadap eksistensi KPID dan KI Sumbar sampai nyawa berkalang tanah.

“Sampai kapan pun untuk kedua lembaga bentukan undang-undang itu di Sumbar, saya akan terus berjuang hingga titik darah penghabisan,” ujarnya.

Ketua Komisi Informasi Sumbar, Nofal Wiska, mengatakan, HM Nurnas sangat pantas mendapatkan tokoh inspiratif dari KPID Sumbar.

“Pak Nurnas selama ini berjuang melahirkan KPID, membesarkan KPID, serta menyukseskan program kerja KPID. Hal itu dilakukan karena pemahaman Pak Nurnas terkait UU dan regulasi tentang penyiaran. Pak Nurnas juga memahami bahwa pengawasan penyiaran adalah tanggung jawab pemerintah demi melindungi masyarakat,” ujar Nofal.

Ia mengingat saat rapat Komisi I DPRD Sumbar hingga rapat Badan Anggaran memutuskan anggaran Sumbar, HM Nurnas all out meperjuangkan anggaran KI dan KPID supaya lembaga ini mandiri dalam pelaksanaan tugasnya.

“Anggaran KI dan KPID itu tidak bisa diutak-atik oleh OPD yang melekat anggarannya. Coba diutak-atik, pasti saya pertanyakan. Begitu kata beliau dalam rapat anggaran di Bukittinggi beberapa waktu lalu,” kenang Nofal.

Baca juga :  Sekjen MUI: Terkait COVID-19, Jangan Sepelekan Ilmuwan dan Para Ahli

Perhatian besar juga ditunjukkan HM Nurnas dalam kelembagaan KPID. Beliau tahu luar dalam masalah KPID, tidak banyak wakil rakyat yang memiliki perhatian besar seperti yang diperlihatkan oleh HM Nurnas.

“Pokoknya Pak Nurnas sebagai Tokoh Inspiratif Penyiaran Sumbar pas dan pantas dan tepat, selamat Bang Nurnas,” ucap Nofal.

Sementara itu, Ketua Forum Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (FJKIP) Sumbar, Gusriyono, menyebut HM Nurnas sosok yang konsisten memperjuangkan keterbukaan informasi dan penyiaran. Lakek tangannya sudah terbukti terhadap keberadaan dua lembaga tersebut.

“Tidak hanya itu, Bang Nurnas juga inisiator lahirnya FJKIP Sumbar. Artinya, ia tidak hanya memperjuangkan dua lembaga negara itu dari penganggaran dan kewenangannya sebagai wakil rakyat, tetapi juga memikirkan penopang tegaknya lembaga itu. Jurnalis salah satu tonggak eksistensi lembaga itu, sehingga ia membawa para jurnalis di Sumbar menjadi bagian dalam gerakan dan kolaborasi sebagai mitra dengan lembaga tersebut agar masyarakat berpartisipasi aktif dalam keterbukaan informasi dan mengawasi penyiaran,” pungkas Gusriyono. (ioc)