Bukittinggi, inioke.com–Bukittinggi siap menjadi “jam gadang” keterbukaan informasi publik di Sumbar. Untuk itu penguatan dan pembaruan informasi publik oleh PPID Utama Kota Wisata ini terus dibenahi.

“Total untuk keterbukaan informasi publik, tekad kami menjadi jam gadang keterbukaan informasi publik di Sumatera Barat,” ujar Kadis Kominfo sekaligus PPID Utama Pemko Bukittinggi, Novri, di Bukittinggi Command Center, Kamis (8/10).

Novti memaparkannya kepada tim visitasi Komisi Informasi Sumbar dalam rangka penilaian tahap tiga badan publik menuju Anugerah Keterbukaan Informasi Publik.

Tim Visitasi KI Sumbar, Arif Yumardi dan Adirian Tuswandi bersama verifikator Kiki Saputra sebelumnya juga disambut oleh Asisten III Pemko Bukittinggi Zet Buyung.

Novri memastikan penilaian dan anugerah adalah soal kedua bagi PPID Utama, hadirnya KI Sumbar menjadi tantangan dan harapan dalam mensupervisi pelayanan prima pengelolaan informasi publik.

“PPID Utama dalam mengawaki keterbukaan informasi publik dibekali seabrek regulasi mulai Perwako hingga Peraturan Kadiskominfo termasuk pembaruan Daftar Informasi Publik dan punya tujuh SOP pelayanan informasi publik sesuai Permendagri 17/2017,” ujar Novri di ruangan melihat Bukittinggi dari layar kaca.

Baca juga :  PSBB Sumbar Diperpanjang Lagi hingga 7 Juni, Kecuali Kota Bukittinggi

Selain itu, katanya, memberikan akses setiap permohonan informasi pun bisa lewat situs web PPID Bukittinggi. Bahkan untuk legal standing pemohon terhubung dengan data Disdikcapil.

“Bisa langsung jika warga ber-KTP Bukittinggi, bagi masyarakat pemohon di luar Bukittinggi ada form manual yang harus di isi,” ujar Kabid IKP Hidayat.

Sementara itu, Arif Yumardi termasuk yang mengparesiasi website PPID Kota Bukittinggi yang bisa memberikan pelayanan mudah kepada masyarakat.

“Sangat simpel dan punya informasi yang dibutuhkan oleh publik dalam rangka penguatan keterbukaan informasi publik,” ujar Arif.

Adrian mengatakan website sebagai media tepat akses informasi publik apalagi di saat wabah pandemi sekarang.

“Masyarakat cukup buka websitenya maka akan terpenuhi keinginan informasi publik,” ujar Adrian. (ioc/rls)