Padang, inioke.com–Pemko Padang setuju dengan kabupaten/kota lainnya perpanjangan masa PSBB untuk tahap ketiga sampai 7 Juni nanti.

“Dengan diperpanjangnya masa PSBB, kami berharap pengawasan orang yang keluar masuk di masing-masing perbatasan kabupaten/kota lebih ditingkatkan dan diperketat lagi,” ujarnya.

Sekaitan dengan penanganan virus corona di Kota Padang, Mahyeldi menjelaskan, sampai saat ini telah melakukan swab kepada 5.402 orang. Dari 5402 orang itu dinyatakan positif terinveksi virus corona sebanyak 357 orang.

“Ada dua klaster terbesar penyebaran virus corona, Pasar Raya Padang dan Pegambiran. Alhamdulillah, klaster Pegambiran sudah berhasil kita putus. Yang tersisa hanya klaster Pasar Raya Padang. Insya Allah ini akan lebih kita optimalkan lagi untuk memutusnya,” ujar Mahyeldi.

Sekaitan dengan menuju new normal atau tatananan baru, Pemerintah Kota Padang juga tengah melakukan pengurangan pembatasan-pembatasan yang ada di PSBB. Diantaranya memberikan kelonggaran kepada masyarakat untuk melaksanakan shalat jumat di beberapa daerah yang tidak terpapar covid-19.

“Kita juga terus bekerjasama dengan Dandim, Kapolres dan pihak terkait lainnya untuk mendisiplinkan masyarakat untuk ikut protokol covid- 19 ketika melakukan aktivitas,” pungkasnya.

Baca juga :  Pertamina dan Hiswana Migas Sumbar Berbagi Paket Makan Siang dengan Pengemudi Ojek Online

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berakhir hari ini. Masa PSSB diperpanjang selama 9 hari, yakni 30 Mei hingga 7 Juni 2020.

“Perpanjangan PSBB ini merujuk pada aturan dari Kementerian Perhubungan yang memperpanjang masa larangan mudik Lebaran 2020 dari semula hingga 31 Mei 2020 menjadi sampai 7 Juni 2020,” jelas Irwan.

Lebih jauh jelaskannya, dalam pelaksanaan PSSB tahap ke tiga, ada empat penekanan. Pertama, melakukan tahap-tahap persiapan menuju new normal dengan melakukan pengurangan pembatasan-pembatasan yang ada di PSBB.

Kedua, mendisiplinkan masyarakat untuk ikut protokol covid-19 sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo kepada Kapolri, Panglima TNI, dan diteruskan kepada Kapolda dan Danrem.

Ketiga, melakukan persiapan maksimal untuk sistem kesehatan, rumah sakit, laboratorium dengan melakukan testing maksimal, tracing, isolasi dan treatment perawatan.

Keempat, Provinsi memberikan dukungan kepada kabupaten/kota yang ingin melaksanakan new normal sesuai aturan dari Kemenkes dan Kemendagri.

Irwan menyebut, PSSB tahap ketiga hanya diikuti oleh 18 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Sementara untuk Kota Bukittinggi tidak mengikuti karena Bukittinggi sudah masuk wilayah bebas covid-19.

Baca juga :  74.920 Orang Kuota Kartu Prakerja untuk Sumbar

“Saya berharap, PSBB tahan ketiga ini akan berjalan lebih efektif dan optimal lagi dibanding PSBB sebelumnya. Maka itu kita sampaikan kepada seluruh elemen dan masyarakat di Sumbar, mari kita sama-sama mendukung pelaksanaan PSBB agar berjalan lancar,” pungkasnya. (mdj)