Padang, inioke.com–Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi Sumatera Barat mulai berlaku hari ini (6/5). Kota Padang dan seluruh daerah lainnya di Sumbar sepakat untuk mengetatkan dan membatasi daerah masing-masing mulai 6-29 Mei 2020.

Memasuki PSBB tahap II ini, Pemerintah Kota Padang fokus kepada pemulihan dua klaster Covid-19. Kedua klaster itu yakni Pasar Raya dan Pegambiran.

“Di PSBB tahap selanjutnya ini kita fokus kepada dua klaster itu,” jelas Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah.

Mahyeldi menyebut, hingga detik ini sebanyak 40 pedagang di Pasar Raya Padang terpapar virus corona. Agar klaster ini pulih seperti sedia kala, Pemko Padang melakukan swab kepada seribuan lebih pedagang.

“Kita akan swab 1100 pedagang, nanti akan dipisahkan mana pedagang yang positif dan mana pedagang yang negatif,” ujar Mahyeldi.

Swab untuk pedagang dilakukan mulai hari ini. Sementara untuk di Pegambiran terus dilakukan tracking terhadap warga yang terpapar virus.

Selama PSBB 14 hari lalu, Pemko Padang sudah berhasil memutus 10 klaster penyebaran covid-19. Cuma klaster Pasar Raya Padang dan Pegambiran yang masih berkembang.

Baca juga :  Tingkatkan Skill Selama di Rumah Saja

Pemko Padang akan memaksimalkan pengawasan dan pencegahan penyebaran covid-19 terutama di Pasar Raya Padang dan pasar-pasar satelit yang ada.

“Termasuk posko check point juga akan kita geser ke pasar. Tujuannya agar kita bisa mencegah dan memutus mata rantai di sana,” ujarnya.

Mahyeldi menyetujui aturan yang lebih memperketat dan mempertegas dalam pemberlakuan PSBB tahap II.

“Maka itu kita Pemko Padang akan berkoordinasi dengan unsur Forkopimda terkait hal ini. Bahkan mungkin kita juga meniru apa yang dilakukan daerah-daerah lain sampai ada pemberlakuan tindak pidana ringan (tipiring) kepada pelanggar aturan,” ujarnya.

Ia pun berharap pengawasan orang yang keluar masuk di masing-masing perbatasan kabupaten/kota lebih ditingkatkan dan diperketat lagi. (ion)