Belanda, inioke.com–Raja Belanda Willem-Alexander menyebutkan pada Jumat (18/7), bahwa ia mungkin akan berhenti menggunakan kereta Kencana Kerajaan Belanda (the Golden Coach) dan akan mengistirahatkannya.

Keputusan itu diambil karena banyaknya kritikan yang menyerang akibat adanya simbol-simbol perbudakan dan rasisme pada kereta yang dibuat pada 1898 itu.

Sebuah panel yang disebut “persembahan dari wilayah jajahan”, yang menunjukkan orang-orang Asia dan Afrika memberikan persembahan kepada seorang perempuan kulit putih yang duduk di atas singgasana yang melambangkan Kerajaan Belanda.

Dilansir dari tulisan Peter Pels, seorang profesor Antropologi di Leiden anthropology blog, Kereta kuda ini hanya digunakan sekali setahun semenjak 1903 pada kamis ketiga September dalam prinsjesdag atau “hari pangeran kecil”, untuk membawa keluarga kerajaan dari Istana Rodeinde ke parlemen kerajaan di Ridderzaal (gedung yang untuk resepsi kerajaan resmi) untuk membacakan rencana pemerintah tahunan.

Ketika sedang tidak digunakan, kereta ini diberlakukan dengan sangat hati-hati. Ia tidak boleh disentuh tanpa alasan dan hanya sesekali saja dibersihkan dari debu karena lapisan plat emas yang menghiasinya sangat rentan dan halus.

Baca juga :  51 Penumpang dan ABK KMP Ambu-ambu Dikarantina di Padang

Semenjak 2015, kereta emas itu berada dalam masa perbaikan dan baru akan kembali digunakan pada 2021.
Gambar “persembahan dari koloni” itu menjadi kontroversi dan menimbulkan protes dari seluruh dunia, terutama dari negara bekas jajahan Belanda seperti Indonesia dan Suriname.

Dilansir dari DutchNews.nl lebih dari 5.000 telah menandatangani sebuah petisi untuk menempatkan kereta itu di museum perbudakan, setelah renovasi senilai 1.2 juta euro itu selesai.
Kereta itu, bersama dengan berbagai patung para penjelajah samudera Belanda pada abad ke-17, menjadi topik yang diperdebatkan selama demonstrasi Black Lives Matter.

Namun Belanda tidak ingin menghapus gambar-gambar itu karena menganggap itu adalah peninggalan sejarah negaranya.
Dilansir dari Reuters, Raja menyebutkan tidak akan mengganti dekorasi kereta selama perbaikan. “Ini bagian dari sejarah kami, jadi kami tidak akan menulis ulang sejarah dengan perbaikan itu,” katanya. (patra)