Padang Panjang, inioke.com—Hari-hari ini, jika Tuan dan Nyonya melintas di Kota Padang Panjang, setelah pemeriksaan suhu tubuh dan pendataan di perbatasan, maka akan ada pemotor yang mengikuti. Jangan takut. Mereka adalah para tukang ojek yang diberdayakan Pemko Padang Panjang untuk memastikan Tuan dan Nyonya benar-benar hanya sekadar lewat di kota yang berbahagia itu. Tetapi kalau Tuan dan Nyonya tidak, jujur jangan harap bisa lolos untuk singgah.

”Saya tidak mau pertaruhkan keselamatan masyarakat Padang Panjang. Saya bekerja sesuai protokol kesehatan, karena tugas pemerintah di saat Covid-19 ini jelas cegah dan selamatkan warga,” ujar Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran.

Sikap tegas Fadly ini karena dalam pemeriksaan orang yang lewat di perbatasan sering ditemukan ketidakjujuran. Ada yang mengaku hanya lewat sementara mereka singgah di Padang Panjang. Upaya ini untuk mencegah wabah corona  menjangkiti masyarakat di sana.

”Padahal petugas pemeriksa sangat santun bertanya bapak atau ibu singgah di Padang Panjang, ternyata ada yang tak jujur dijawab tidak, ee…ternyata singgah,” ujar Fadly.

Baca juga :  Kasus Positif COVID-19 di Sumbar Masih Didominasi Kota Padang

Maka, sejak Kamis (16/4) Fadly bersama Tim Gugus Tugas Daerah memberdayakan tukang ojek sebagai Tim Rider, yang akan membuntuti orang-orang yang dicurigai tidak jujur saat pemeriksaan. Jika ketahuan singgah di Padang Panjang, maka Tim Rider ini akan mengarahkan untuk segera meninggalkan kota pendidikan tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, mengungkapkan, Tim Rider ini mangkal di setiap perbatasan, seperti, Posko Kacang Kayu, Posko Jembatan Kembar, dan Posko Bukit Surungan.

“Sudah disiapkan 3 sampai 5 orang tukang ojek  untuk bertugas di masing masing posko tersebut,” kata Sonny, yang juga Ketua Tim Satuan Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Virus Corona (Satgas PPVC) Padang Panjang di ruang kerjanya, Jum’at, (17/4). Juga hadir pada kesempatan itu Kepala BPBD Kesbangpol yang menjadi Ketua Harian PPVC Marwilis, Kadis Perhubungan I Putu Venda dan Kadis Kominfo Ampera Salim.

Sementara itu Kadis Perhungan Kota Padang Panjang I Putu Venda mengatakan, tukang ojek itu akan bekerja tiga shift antara pukul 08:00-16:00 WIB, pukul 16:00-24:00 WIB, dan pukul 24:00-08:00 WIB.

Baca juga :  Hari Pertama PSBB, KI Sumbar Pleno Virtual Monev Badan Publik

Mereka hanya bekerja delapan jam. Sebagai kompensasinya masing masing mereka akan kita beri insentif Rp70.000 setiap shift,” tukas Venda. (io)