Padang Panjang, inioke.com–Setahun lalu UNESCO menetapkanĀ  Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (OMCHS) atau Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) sebagai warisan dunia dalam Sidang Komite ke-43 di Kota Baku, Azerbaijan.

Memperingati setahun penetapan tambang batubara Ombilin sebagai warisan dunia, Pemko Padang Panjang berencana membangun monumen perkeretaapian. Karena kereta api memiliki peranan penting dalam sejarah kelam tambang tersebut di zaman kolonial Belanda dan Jepang. Jalur kereta api pengangkut bara ini juga melewati Kota Padang Panjang.

Rencana pembangunan monumen kereta api ini disampaikan Wakil Wali Kota Padang Panjang, Asrul, dalam webinar Peringatan 1 Tahun Situs Warisan Dunia UNESCO Tambang Batubara Ombilin bersama Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, dan unsur terkait.

Asrul mengikuti webinar bersama Asisten III Bidang Administrasi Umum Martoni, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Maiherman serta undangan lainnya di ruang Rapat VIP Balaikota Padang Panjang, Senin (6/7).

Dalam paparannya, Wawako Asrul menyampaikan untuk peringatan satu tahun warisan tambang ini, Kota Padang Panjang akan membangun Monumen Sejarah Perkeretaapian bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia yang ada di Stasiun Kota Padang Panjang.

Baca juga :  Komite I DPD RI Tolak Penyelenggaraan Pilkada 9 Desember 2020

“Tujuannya untuk menjadikan tempat wisata yang mampu dan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat Padang Panjang, sehingga Padang Panjang ramai dikunjungi oleh wisatawan,” jelas Wawako Asrul.

Dari keseluruhan hasil webimar untuk warisan tambang Batubara Ombilin tetap ada regulasi dan payung hukum, serta aset tersebut tetap dijaga dan dipertahankan.

Momentum evaluasi

Sementara itu, Irwan Prayitno menyampaikan acara ini bukanlah perayaan dan bukan pula sebuah kegembiraan tetapi lebih dari introspeksi, mengingatkan, merenung sekaligus sebagai momentum evaluasi tentang apa yang dilakukan dan apa saja dicapai. Kemudian, menindaklanjuti pengelolaan warisan dunia setiap kepentingan mulai dari kepentingan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, Provinsi dan Kabupaten Kota.

“Warisan dunia ini memberikan manfaat yang banyak diantaranya mengandung ilmu pengetahuan, kearifan lokal dan banyak lagi hal yang positif bisa menjadikan manfaat, pendorong, pemacu dan mempercepat yang dicapai terutama ilmu pengetahuan dari segi tambang,” ujar Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno juga memberikan apresiasi pada semua pihak karena hari ini masih produktif menjalani berbagai kegiatan.

Baca juga :  Pemko Padang Panjang Siapkan Strategi Pembelajaran Tahun Ajaran Baru

“Kita di Sumatera Barat mengadakan sarasehan virtual Refleksi 1 (satu) Tahun Warisan Dunia. Tetap kita semua menjaga protokol kesehatan agar sehat aman dan juga tetap produktif, jangan abaikan Covid-19 tetaplah patuhi protokol kesehatan, dengan kepatuhan sehingga dapat menyelenggarakan acara ini secara virtual insya Allah aman Covid-19,” ungkap Gubernur.

Gubernur juga mengungkapkan warisan dunia ini suatu upaya promosi memperkenalkan Sumbar.

“Kita sangat bangga selain destinasi juga jadi suatu nilai budaya warisan leluhur yang bisa kita jaga dan pelihara sampai saat sekarang secara usia sudah 1 tahun,” tutupnya. (ioc)