Payakumbuh, inioke.com–Ketua DPRD Sumbar, Supardi, berjanji akan memperjuangkan honor Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Hal itu disampaikan dalam reses ke Kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota, kemarin.

“Kita akan buat surat kepada kementerian terkait untuk meninjau ulang kembali hal ini. Namun tentu kita juga melihat kemampuan keuangan daerah, apabila provinsi bisa menambah anggaran tersebut maka itu akan kita lakukan,” kata politisi Partai Gerindra tersebut saat ditemui di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kelurahan Balai Jariang.

Saat ini, honor PPL berkisar Rp2 juta. Sedangkan upah minimum regional (UMR) saja Rp2,4 juta. Menurutnya angka tersebut jauh di bawah seharusnya.

Selain itu, ia juga menyebutkan akan melanjutkan program sekolah lapangan kepada petani yang sempat terhenti. Kemudian juga akan melakukan peningkatan kapasitas PPL, dimana beberapa kebijakan dan kesepakatan dengan Dinas Pertanian Payakumbuh juga telah sejalan.

“Anggaran pertanian kemarin itu pasti terpotong karena COVID-19. Kemarin sebanyak Rp507 miliar refocussing yang dilakukan di belanja langsung semua. Sedangkan untuk belanja tidak langsung tidak bisa diganggu yaitu gaji dan tunjangan pegawai. Kemudian untuk dana sisa jangan diganggu lagi,” ujarnya.

Baca juga :  Naskah-naskah Peninggalan Syekh Muhammad Sa’id Bonjol

Menurutnya tidak ada lagi refocussing tahap ketiga dan DPRD juga telah menyampaikan hal tersebut kepada Gubernur Sumbar. Sehingga sisa dana tersebut dapat balik ke kas daerah dan dilakukan percepatan perubahan anggaran untuk konsentrasi recovery ekonomi.

Kepada para konstituennya, Supardi mengatakan fokus kepada kemandirian pertanian.

“Sebab perekonomian merosot dan kemandirian ekonomi ini patut kita lakukan. Salah satu bentuk perekonomian itu adalah pendampingan dan intervensi terhadap petani di Sumbar,” pungkas Supardi. (ioc)