Bukittinggi, inioke.com—Pandemi covid-19 harus disikapi dengan cerdas termasuk soal anggaran Pilkada. KPU Kota Bukittinggi sebelumnya mendapatkan dana hibah daerah dari APBD Bukittinggi sebesar Rp 11,9 Miliar, hanya bersisa Rp500 juta setelah restrukturisasi anggaran. Namun, KPU Kota Bukittinggi tetap optimis bisa menyelenggarakan Pilkada 9 Desember 2020 nanti.

“Karena kondisi pandemi tadi, kita diminta melakukan restrukturisasi dan efesiensi disesuaikan dengan semangat memutus mata rantai penyebaran covid-19, anggaran hibah bersisa Rp 500 juta,” ujar Ketua KPU Bukittinggin, Heldo Aura, Selasa 28 Juli 2020 saat mengantarkan diskusi dalam rangka Monitoring Evaluasi Pelaksanaan Tahapan Pilkada 2020 bersama DPRD Sumbar.

Sejak tahapan Pilkada dilanjutkan, KPU Bukittinggi telah melaksanakan pelantikan PPK dan PPS, melanjutkan proses verifikasi faktual calon perseorangan sampai ke pleno rekap di tingkat provinsi Sumbar. Saat ini sedang berlangsung Coklit sejak 15 Juli sampai 13 Agustus 2020.

“Ketika rasionalisasi Rp500 juta, karena tahapan dimulai kembali masih pandemi covid, kerja KPU harus berstandarkan protokol covid-19. Kita gunakan untuk membeli Alat Pelindung Diri (APD) dalam rangka mengantisipasi petugas KPU terpapar virus korona. Tapi setelah itu, KPU RI menganggarkan APD dari APBN. Karena dicover KPU RI, tentu uang hibah rasionalisasi tersisa sebelumnya dikembalikan. Dan KPU sudah setorkan kembali ke kas APBD Bukittingi,” ungkap Heldo.

Baca juga :  Pulang Perjalanan Dinas, Aparatur Pemerintah Wajib Tes PCR Masuk Sumbar

Masifkan Sosialisasi

Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar HM Nurnas menanyakan kemampuan KPU Bukittinggi mencapai target nasional tentang partisipasi masyarakat pada Pilkada 77,5 persen.

“Apa kiat KPU Bukittinggi mengejar target partisipasi pemilih nasional itu, apalagi pandemi belum berakhir pasti pemilih khawatir ke TPS 9 Desember 2020,” ujar HM Nurnas.

Menjawab itu, Ketua Divisi Sosialisasi KPU Bukittinggi, Benny Aziz, menegaskan keoptimisan jajarannya mengejar target partisipasi 77,5 persen ditetapkan KPU RI.

“Kiatnya bereskan diri kita dulu, yakni bangun kokoh integritas penyelenggara dengan berpegang teguh kepada kode etik selalu komisioner KPU,”ujar Benny Aziz.

Selanjutnya masifkan sosialisasi dan menjalin harmonisasi dengan stakeholder di Bukitinggi temasuk menggencarkan pendidikan pemilih kepada pemilih pemula atau milenial.

“Terbantu sosialisasi kekinian karena kondisi kurva landai dan Bukittinggi zona hijau covid-19,” ujar Benny Aziz.

Selain itu juga menggandeng Kesbangpol dengan adanya anggaran sosialisai Pilkada di Kesbangpol Bukittinggi, lalu ada kerja bareng dengan komunitas publik dan road show ke lapau dengan ciloteh tentang Pilkada termasuk pengenalan maskot Sicampo dan Sicampi yang diambil dari nama Harimau di Luhak Agam.

Baca juga :  7 Orang Positif COVID-19 di Dharmasraya Masih Kluster Ijtima Gowa

Ungkapan Benny tersebut disambung, Heldo Aura,  saat Pemilu 2019, partisipasi masyarakat di Bukittinggi melebihi angka partisipasi nasional, yaitu 77,9 persen dari target nasional 77,5 persen. Sehingga itu KPU Bukittinggi saat ini sangat optimis mencapai target 77,5 persen pada Pilkada 2020 nanti. (ioc)