Padang Panjang, inioke.com–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padang Panjang, Sumatera Barat menyiapkan 10 kamar isolasi sebagai langkah antisipasi jika terdapat warga terduga terinfeksi virus corona jenis baru atau COVID-19 di daerah itu.

“Kami sudah kosongkan 1 blok ruang rawat inap Imtiaz yang akan difungsikan sebagai ruang isolasi,” kata Direktur RSUD Padang Panjang Ardoni, Kamis.

Pada blok itu tersedia 10 kamar yang masing-masingnya bisa ditempatkan satu tempat tidur .

Pola penanganan, terangnya jika ada kasus dugaan corona, RSUD memiliki ruang isolasi di bangsal paru namun jika ruang tersebut penuh maka ruang inap Imtiaz yang akan dimanfaatkan untuk pasien sambil menunggu konfirmasi rujukan dari rumah sakit rujukan yaitu RS Achmad Mochtar Bukittinggi dan RSUP M Djamil Padang.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Yevy Maslinda menambahkan setiap pasien yang masuk ke RSUD Padang Panjang baik melalui IGD maupun poli akan melewati asesmen yang telah dipersiapkan.

Asesmen berupa formulir deteksi dini COVID-19 di mana perawat akan menanyai sejumlah riwayat pasien seperti perjalanan ke luar daerah terpapar, gejala mengarah ke risiko akibat terinfeksi virus dan lainnya.

Baca juga :  Pengecekan suhu tubuh seluruh penumpang di BIM diperketat mulai Senin, alat thermo scanner ditambah

Jika tidak ada gejala namun baru pulang dari daerah terpapar maka menjadi akan masuk daftar orang dalam pantauan (ODP). Namun, bila ditemukan gejala ke arah COVID-19 maka akan dibawa langsung ke ruang isolasi.

“Selanjutnya akan diperiksa suhu tubuh. Jika kemudian tidak mengarah dan hanya demam dan batuk maka akan dipulangkan namun tetap dalam pantauan Dinas Kesehatan dalam kurun 14 hari,” katanya.

Dokter spesialis paru RSUD Padang Panjang dr Yenny Muchtar menghimbau warga yang masuk daftar ODP yang dipulangkan ke rumah agar melakukan “lockdown” sendiri.

“‘Lockdown’ lah untuk diri sendiri artinya kalau usai berkunjung dari daerah terpapar segeralah membatasi interaksi dengan orang lain selama 14 hari ke depan, biarlah kami bekerja untuk pasien yang sakit,” ujarnya.

Daerah terpapar di Indonesia di antaranya Jakarta, Bandung, Depok, Tangerang, Bogor, Manado, Pontianak, Solo, Denpasar dan Yogyakarta.

Kepala Dinas Kominfo Padang Panjang Ampera Salim mengajak masyarakat setempat memanfaatkan layananCall Center 112 atau 119 bila mengalami gejala mengarah pada COVID-19.

Baca juga :  55 PPK Dharmasraya dilantik, KPU Sumbar : PPK harus kuasai aturan

“Bila ada yang mengalami gejala tersebut, segera hubungi 112 atau 119 layanan ini untuk segera diberikan tindakan penanganan, bebas pulsa dan terhubung 24 jam,” katanya. (ant)