Mentawai, inioke.com–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Siberut Selatan akan digunakan sebagai rumah sakit penanganan Virus Corona (COVID-19) di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, mengatakan, RSUD yang berlokasi Pasakiat Desa Maileppet Kecamatan Siberut Selatan itu sempat terhenti pembangunannya. Sekarang telah dilanjutkan pembangunannya melalui DAK Rp2,3 miliar.

“Dari hasil kunjungan kami, secara umum rumah sakit tersebut berada di tempat yang sangat strategis, namun masih dalam tahap pembangunan. Semoga rumah sakit ini bisa memberi banyak manfaat untuk Mentawai khususnya bagi warga Siberut,” ungkap Nasrul Abit saat kunjungan kerja ke Mentawai, Selasa (2/6).

Menurutnya, fasilitas yang dimiliki oleh RSUD Siberut ini dalam pembangunan dan masih minim fasilitas kesehatan yang memadai. Ia berharap pembangunan ini harus disegerakan, karena rumah sakit itu akan menjadi rumah sakit rujukan utama di daerah Kepulauan Mentawai dalam penanganan COVID-19.

“Bangunan ini jauh dari keramaian masyarakat dan strategis untuk rumah sakit COVID-19. Pemandangan dari perbukitan yang langsung menggarah ke laut bisa membuat pasien tenang dan tidak stres,” katanya.

Baca juga :  Haji yang Tertunda Menuai Polemik

Selain itu, ia menghimbau masyarakat untuk sama-sama mendukung pembangunan rumah sakit ini. Karena rumah sakit ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada saat ini maupun masa yang akan datang.

Selanjutnya, Nasrul Abit mengunjungi Puskesmas di Siberut yang baru beroperasi. Puskesmas tersebut cukup lengkap sarana dan prasarananya.

“Alhamdulillah, puskesmas di sini cukup lengkap. Pelayanan di puskesmas ini bisa menampung warga dengan dokter yang berpengalaman,” ucapnya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Lahmuddin, untuk pemerataan sarana kesehatan sudah mulai terpenuhi, terutama di pulau Siberut sudah mulai terakses baik.

Saat ini, katanya, Dinas Kesehatan Mentawai, sedang melakukan peninjauan terhadap puskesmas-puskesmas, guna melakukan evaluasi peningkatan kinerja. Tujuannya menyamakan persepsi dan melakukan review kekurangan serta kelemahan-kelemahan dalam melaksanakan pelayanan di setiap puskesmas.

“Sebenarnya kita sudah melakukan penguatan pelayanan, dokter sudah ada, petugas sudah ada, penguatan pelayanan bisa dari kapasitas sarana dan prasarananya, tinggal melengkapi saja. Mudah-mudahan bisa terwujud,” katanya.

Lahmuddin mengatakan, sebagai wilayah kepulauan yang kerap dikunjungi oleh wisatawan asing, perlu mempersiapkan semua kelengkapannya. (mdj)

Baca juga :  718 Sampel Swab Diperiksa, 9 Orang Positif COVID-19 di Sumbar