Jakarta, inioke.com–Dua rumah sakit dari Sumbar akan menjadi rumah sakit uji klinis antivirus corona atau COVID-19. RSUP M Djamil Padang dan RS Achmad Mochtar Bukittinggi ditunjuk bersama 20 rumah sakit lainnya Indonesia untuk melaksanakan program WHO tersebut.

Uji klinis ini menindaklanjuti keikutsertaan Indonesia dalam Solidarity Trial dari WHO. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan melaksanakan acara Launching Solidarity Trial di Kementerian Kesehatan, Kamis lalu.

Acara ini dilaksanakan melalui video conference dengan melibatkan Perwakilan WHO Indonesia, Badan POM, Unit Utama di Kementerian Kesehatan, para peneliti dan beberapa Rumah Sakit yang menjadi tempat pelaksanaan penelitian.

Solidarity Trial merupakan program dari WHO yang melibatkan lebih dari 100 negara guna melakukan pengujian klinis terhadap 4 kandidat utama antivirus sebagai obat COVID-19, yakni remdesivir, lopinavir/ritonavir, gabungan lopinavir/ritonavir ditambah interferon beta 1a, dan chloroquine/hydroxychloroquine.

Semua obat disediakan oleh WHO dengan Kementerian Kesehatan sebagai koordinator penelitian.

“Indonesia menjadi negara ke-enam yang telah memulai pelaksanaan studi ini, melalui pengujian ini diharapkan bisa mempercepat penemuan obat untuk Covid-19,” kata Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Abdul Kadir.

Baca juga :  Tidak Pakai Masker Dipenjara 2 Hari

Solidarity Trial dilaksanakan dalam skala besar untuk menghasilkan bukti data yang kuat, dan yang dibutuhkan untuk menunjukkan obat mana yang paling aman dan efektif.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan Irmansyah, mengatakan bahwa saat ini, ada sebanyak 22 Rumah Sakit di Indonesia menyatakan telah siap melaksanakan Solidarity Trial penanganan COVID-19. Pihaknya mengharapkan kedepannya jumlah RS yang terlibat kian bertambah.

“Kalau kita perhatikan 22 Rumah Sakit tadi adalah kombinasi dari rumah sakit-rumah sakit vertikal maupun rumah sakit daerah dan juga RS swasta, RS universitas dan ada RS yang ada dibawah TNI AU. Jadi RS ini kita anggap sebagai batch pertama yang akan terlibat dalam penelitian Solidarity Trial,” kata Irmansyah.

Ia menjelaskan obat penelitian sudah didistribusikan ke-8 rumah sakit. Lima diantaranya sudah siap melaksanakan pengujian karena distribusi obat sudah tiba. Kelimanya telah mempunyai 3 dari 5 lengan/kelompok terapi yakni kelompok yang diberikan Hydroxychloroquine, kelompok dengan lopinavir/ritonaviraluvia, dan kelompok pengobatan standar pelayanan RS. Dengan demikian artinya pihak RS sudah bisa melakukan perekrutan partisipan dan randomisasi.

Baca juga :  Komisi I DPRD Sumbar Dukung Pariangan sebagai Nagari Adat

Ia menyampaikan perekrutan pasien pertama sudah dilakukan di RS Wahidin Sudirohusodo. (io/sehatnegeriku.kemkes.go.id)