Rusia, inioke.com–Rusia akan menyelenggarakan parade besar  untuk memperingati kemenangan mereka di Perang dunia II pada Rabu (24/6). Parade ini seharusnya dihelat pada 9 Mei namun harus ditunda karena adanya pandemi coronavirus.
Sebelumnya, pada 9 Mei lalu, Rusia tetap memperingati 75 tahun kemenangan melawan Jerman Nazi meskipun harus membatalkan kebiasaan parade militer. Parade peringatan kemenangan yang dilakukan secara besar-besaran adalah hal yang penting dalam kalender negara-negara bekas pecahan Uni Soviet.

75 tahun lalu Uni Soviet mengalahkan Jerman Nazi pada Perang Dunia II. Peperangan ini menelan korban lebih dari 20 juta orang Soviet.
Pada 1941 Jerman Nazi menyerang Soviet dan menguasai sejumlah kota-kota penting. Setelah empat tahun berperang, Uni Soviet berhasil membalikan keadaan dan  tentara merah (sebutan untuk tentara Uni Soviet) berbaris memasuki Berlin. Perang Dunia teater Eropa berakhir setelah Hitler bunuh diri di bunkernya dan Kota Berlin diduduki oleh tentara Merah.

Nazi Jerman menyerah pada sekutu —Inggris, AS dan Soviet, pada 8 Mei tetapi Rusia dan negara bekas Soviet memperingatinya pada 9 Mei.
Parade tahun ini akan menjadi spesial bagi Putin karena dalam pekan depan Rusia akan melaksanakan pemungutan suara untuk mengamandemen konstitusi. Pada 1 juli, negara pecahan Soviet terbesar itu akan mengadakan pemungutan suara untuk memberikan izin bagi Putin berkuasa untuk dua kali masa jabatan lagi —jika itu terjadi maka ia akan tetap berkantor di Kremlin sampai 2036 tulis The Guardian.

Baca juga :  Ketua TP PKK Dharmasraya Aktifkan Kembali Layanan Posyandu

Kebijakan lockdown di Moskow telah dicabut bulan ini dan membuat parade dapat dilaksanakan. Parade ini rencananya akan dimeriahkan dengan tank dan misil-misil jarak jauh.
Perkumpulan massa secara teknis masih dilarang di Moskow yang masih memiliki angka kasus baru COVID-19 yang tinggi, dengan lebih dari 1000 kasus yang dilaporkan pada Selasa (23/6).

Walikota Moskow meminta masyarakat untuk tetap di rumah dan menyaksikan jalannya parade lewat TV.
Sedangkan para veteran yang diundang akan dipisahkan dari viewing stand, dan pemerintah yakin penerapan social distancing ini membuat mereka tidak perlu menggunakan masker. Semua tamu undangan diminta untuk melakukan tes.

Seperti dilansir dari BBC, parade ini rencananya akan dilaksanakan pada pukul 10.00 pagi waktu setempat dan rencananya akan dihadiri oleh 13.000 personel militer, 235 kendaraan lapis baja dan 75 pesawat tempur. Selain itu acara ini juga akan dihadiri oleh unit-unit dari bekas Soviet seperti Tiongkok, Mongolia dan Serbia.

Pihak Kremlin menyebutkan acara ini akan aman untuk tetap dilaksanakan demi memperingati bagian paling heroik sekaligus mengenaskan dalam sejarah sebuah bangsa yang menderita begitu parah selama perang tulis The Irish Times.
Sejumlah pemimpin negara sahabat seperti Emmanuel Macron dan Xi Jinping tidak akan menghadiri parade tahun ini karena coronavirus.

Baca juga :  Reaksi Dunia Terhadap Pembunuhan Floyd: Kami Mengutuk Rasisme

Sementara itu sejumlah kota besar di Rusia juga membatalkan parade atau tetap melaksanakannya tanpa ada kerumunan. (patra/pelbagai sumber)