Oleh: Ikhsan Yosarie

Jika diperhatikan, selain kembali mempelihatkan wajah ketimpangan sosial dan kemampuan finansial masyarakat Indonesia, wabah pandemi Covid-19 ini juga memperlihatkan kembali wajah humanis masyarakat Indonesia. Kita masih ingat bagaimana hastag #kamitidaktakut, @kamipancasila dan #kamiindonesia menggema saat serangan teroris di Surabaya dan daerah lainnya beberapa waktu silam di jagad media sosial maupun cetak untuk saling menguatkan dan membangkitkan semangat.

Dalam persoalan Covid-19 kini, fenomena serupa kembali muncul. Gerakan sosial untuk saling menguatkan tersebut tidak hanya di media sosial, tetapi juga dunia nyata. Fenomena ini secara eksplisit mencerminkan bahwa wajah partisipasi publik masyarakat Indonesia dihiasi dengan humanis dan rasa persatuan.

Misalnya aksi Solidaritas yang dilakukan Alumni Ilmu Politik Universitas Andalas guna menghadapi penyebaran Covid 19. Aksi tersebut dilakukan pada hari Minggu lalu, 22/03, di daerah Jakarta dan Depok (https://prokabar.com/alumni-ilmu-politik-unand-bagikan-masker-dan-hand-sanitizer-gratis/). Menurut koordinator lapangan bakti sosial, Ika Desiawati menyebut kegiatan ini adalah jawaban dari kegelisahan masyarakat, sulitnya mendapatkan masker dan hand sanitizer.

Alumni yang tergabung dalam IKA IP FISIP Unand tersebut membagikan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat kecil, dengan sasaran seperti pedagang keliling, ojek online, tukang parkir dan lain lain. Hand sanitizer tersebut dibuat secara swadaya oleh alumni ini. Pada hari pertama, jumlah paket yang dibagikan mencapai 200 paket. IKA IP FISIP Unand kini tengah terus mengumpulkan donasi untuk aksi tanggap darurat Covid 19. Ke depan sejumlah program sudah disiapkan dengan sasaran masyarakat yang membutuhkan, termasuk bagi bagi hand sanitizer gratis di Padang, Pekanbaru, dan daerah lainnya (https://prokabar.com/alumni-ilmu-politik-unand-bagikan-masker-dan-hand-sanitizer-gratis/).

Baca juga :  Kemenpan RB Nilai Pelayanan Publik Dinas Dukcapil dan DPMPTSP Padang Panjang

Selain itu, solidaritas warga di tengah wabah virus Corona juga dilakukan warga Batam dengan memberikan bantuan berupa Alat Perlindungan Diri (APD) serta vitamin mendapat respon luar biasa dari tim medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatima Kota Batam (https://www.suara.com/news/2020/03/24/070500/warga-berikan-bantuan-apd-dokter-rsud-ini-memberikan-semangat-untuk-kami). Bantuan juga diberikan dengan penyerahan bantuan berupa tujuh dus susu, delapan dus minuman bervitamin serta 20 google glass, masker respirator, jas hujan dan susu yang diserahkan langsung kepada petugas medis.

 

Sementara di media sosial, pasca Presiden Jokowi menghimbau masyarakat Indonesia agar melakukan langkah social distancing atau menjaga jarak antar satu dengan yang lain, tagar #dirumahaja sempat merajai Twitter sebagai bentuk gerakan untuk mengkampanyekan pentingnya social distancing di tengah pandemi Corona. Masyarakat pun ramai-ramai membuat tagar #dirumahaja agar proses social distancing bisa berjalan dengan maksimal, lantaran tingginya penyebaran virus corona atau Covid-19 yang ada di Indonesia. Menurut Presiden Jokowi, dengan kondisi seperti saat ini dan demi mencegah penyebaran Covid-19, maka sudah saatnya bekerja dari rumah, belajar dari rumah, serta beribadah di rumah.

Baca juga :  PSBB II Dimulai, Pemko Padang Fokus Pemulihan Klaster Pasar Raya dan Pegambiran

 

Pemberlakuan social distancing tentu wajar, mengingat Virus Corona yang terus menyebar dengan cepat, sehingga dalam waktu yang relatif singkat jumlah orang yang terinfeksi terus meningkat. Maka dengan melakukan social distancing, interaksi dan kontak fisik dengan orang lain di ruang publik menjadi terbatas. Hal ini diyakini dapat memberikan peran besar khususnya dalam menghindari penularan virus ini secara masif.

Hingga kini, kampanye #dirumahaja terus digalakkan oleh berbagai lapisan masyarakat untuk menangulangi penyebaran virus Corona. Dengan kampanye tersebut, diharapkan mereka yang masih belum terkena bisa lebih mawas diri dan menjaga aktivitasnya dengan orang lain yang belum diketahui riwayat kesehatannya. Gerakan untuk mengisolasi diri tersebut juga kian marak dilakukan beberapa publik figur Indonesia. Misalnya melalui unggahan video di Instagram pribadinya, Najwa Shihab, dengan tegas mengajak semua pengikutnya untuk melakukan kegiatan dari rumah. “Senin 16 maret 2020, hari ini saya dan teman-teman Narasi mulai bekerja dari rumah, hanya untuk hal-hal penting dan tidak bisa diwakilkan baru kami akan aktivitas di luar rumah,” ujar Najwa melalui akun Instagram pada 16/3 lalu.

Baca juga :  KPU Melawan Corona

Selain itu, juga melalui Instagram pribadinya pada tanggal 22/3 lalu, Najwa Shihab, mengapload video yang bertujuan saling menguatkan dan menghibur masyarakat Indonesia ditengah wabah Covid-19. Video tersebut berupa kompilasi dari teman-teman musisi Indonesia yang menyanyikan lagu Godbless-Rumah Kita. Dalam captionsnya, Najwa Shibab mengatakan bahwa video tersebut untuk teman-teman yang berjuang di luar, yang tidak punya pilihan #dirumahaja karena harus menjaga kita semua.

Wajah Humanis

Wajah humanis ditengah wabah Covid-19 ini menjadi antithesis perilaku masyarakat yang memborong pelbagai sembako dan alat-alat kesehatan, sehingga kelompok masyarakat menengah kebawah tidak kebagian. Namun, melalui fenomena ini, kita diperlihatkan dan dapat bernafas lega karena ketahanan sosial ditengah masyarakat, yang bersifat horizontal, masih tetap terjaga.

 

Wabah ini, tentu bukan hanya tanggungjawab dan kewajiban pemerintah dalam pencegahan dan penanganannya. Ketahanan dan partisipasi aktif masyarakat juga dibutuhkan. Namun bukan berarti dengan menyadari fenomena ini, pemerintah dapat mengendorkan perhatiannya kepada masyarakat, terutama kelompok rentan dan termarjinalkan. Karena bagaimanapun, amanat konstitusi menyebutkan bahwa negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

 

Penulis Tim Redaksi inioke.com, Peneliti HAM dan Sektor Keamanan SETARA Institute