Padang Panjang, inioke.com–Santri Perguruan Thawalib Putri Padang Panjang mulai berdatangan masuk asrama sebagai tanda akan dimulainya proses belajar mengajar secara tatap muka, Kamis (16/7). Kedatangan santri tersebut dilakukan secara bergiliran dengan menerapkan protokol kesehatan.

Koordinator Tim Gugus Tugas Covid 19 Thawalib Putri Murefli mengatakan, sejak Kamis pagi  sudah mulai para santri Thawalib Putri datang untuk masuk asrama.

“Sistim kedatangan santri dibuat secara bergiliran, tidak sekaligus,” ujarnya.

Sesuai  pertemuan dengan Walikota Padang Panjang, Fadly Amran, 9 Juli lalu, Perguruan Thawalib diberikan izin untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. Baik untuk masuk asrama maupun selama melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Menurut Murefli, langkah yang dilakukan sebelum kedatangan santri masuk asrama adalah mempersiapkan sarana dan prasarana di Thawalib sesuai dengan protokol kesehatan. Misalnya disediakan tempat cuci tangan, disediakan alat pengukur suhu badan, disediakan masker dan kebersihan lingkungan.

“Kami mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah,” katanya.

Langkah lain yakni mempersiapkan tempat tidur yang diatur sesuai kapasitas yang ada sehingga para santri nyaman. Kemudian berbagai aturan selama di asrama dan sekolah disesuaikan degan protokol kesehatan.

Baca juga :  KPU Sumbar Inventarisir Permasalahan Tahapan Pilkada Lanjutan Pasca COVID-19

Mengenai jadwal kedatangan santri Thawalib Putri dilakukan bergiliran yakni mulai tanggal 16 Juli, 18 Juli, 20 Juli, 22 Juli, 24 Juli dan terakhir 26 Juli. Dengan sistim giliran tersebut, untuk memudahkan dilakukan pelayanan penerimaan santri masuk asrama dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pemeriksaan Kesehatan

Kata Murefli, sudah dibuat aturan dan disampaikan kepada wali santri yang membawa anaknya masuk asrama, bahwa sesampai di pintu gerbang Thawalib, maka santri yang datang dilakukan pemeriksaan dengan cek suhu badan serta wali santri menanda-tangani berbagai ketentuan yang telah ditetapkan. Kemudian, wali santri tidak diperkenankan masuk ke kamar asrama.

Sementara, Ketua Umum Yayasan Thawalib Padang Panjang Abrar menambahkan, dengan kedatangan santri Thawalib Putri ke asrama, maka sudah dimulai proses untuk dilakukan belajar tatap muka.

“Sudah diagendakan setelah santri masuk asrama secara bergilir, maka nanti baru dilakukan belajar secara tatap muka. Diperkirakan awal agustus belajar tatap muka,” jelasnya.

Mengenai santri yang masuk asrama, kata Abrar sesuai dengan pertemuan dengan walikota Padang Panjang, bahwa semua santri yang masuk asrama di pesantren di Padang Panjang, maka Pemko menyediakan pemeriksaan kesehatan dengan swab, termasuk santri Thawalib.

Baca juga :  Prof Muhammad : Jangan Main-main Melapor ke DKPP

“Itu komitmen dari Pak Walikota bahwa disediakan tim kesehatan yang memeriksa kesehatan santri dengan swab,” ujarnya.

Pemeriksaan santri dengan swab sudah lazim dilakukan oleh pemerintah saat ini di seluruh daerah di Indonesia  sebagai langkah penangganan Covid 19.

“Ini keputusan yang dibuat Pemda Padang Panjang. Kami berterima kasih, karena pemko begitu peduli dan memberikan perhatian, sehingga biaya untuk swab tersebut sepenuhnya oleh pemko, dan pihak Thawalib maupun wali santri tidak dikenakan biaya apapun,” kata Abrar.

Mengenai jadwal pemeriksaan swab untuk santri sudah ditentukan oleh pihak Pemko Padang Panjang berdasarkan data santri yang telah disampaikan secara resmi oleh Tim Gugus Tugas Covid 19 Thawalib Putri.

Kedatangan santri Thawalib Putri mulai kamis pagi langsung disambut oleh Tim Gugus Tugas dan diberikan pelayanan sesuai protokol kesehatan.

Kedatangan para santri di hari pertama di komplek Thawalib Putri jalan H Agus Salim, Kelurahan Guguk Melintang, Kota Padang Panjang mendapat perhatian dari Kemenag Padang Panjang yang mengirim pengawas Kemenag langsung datang ke lokasi kampus menyaksikan sendiri proses kedatangan santri. (ioc)

Baca juga :  Pemko Padang Bakal Tutup Jalan Adinegoro