Tanah Datar, inioke.com–Satu TPS di Kabupaten Tanah Datar berpotensi dilaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU). TPS yang berpotensi PSU tersebut yakni TPS 007 Nagari Pangian Kecamatan Lintau Buo.

“Kita menunggu laporan Panwascam Lintau Buo. Kalau laporannya sudah masuk, akan diproses secepatnya,” ujar Ketua Bawaslu Tanah Datar, Hamdan, saat mendampingi Anggota Bawaslu Sumbar, Alni, monitoring pemungutan dan penghitungan suara di Tanah Datar.

Kordiv Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Tanah Datar, Al Azhar Rasyidin, menjelaskan potensi PSU tersebut karena ada 4 pemilih tidak terdaftar di DPT pada TPS 007 Nagari Pangian itu ikut mencoblos surat suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, serta Bupati dan Wakil Bupati. Pemilih yang tidak terdaftar tersebut, 3 orang beralamat sesuai KTP di Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman mencoblos surat suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Sedangkan 1 orang lagi menggunakan KTP beralamat Batipuh ikut mencoblos kedua surat suara, Pilgub Sumbar dan Pilbub Tanah Datar.

“Keempat orang ini memilih tanpa surat pindah memilih, hanya memperlihatkan KTP saja. Karena jumlahnya lebih dari satu orang, maka berpotensi untuk dilakukan PSU,” ungkap Al Azhar Rasyidin, yang juga ikut monitoring pungut dan hitung di beberapa TPS.

Baca juga :  New Normal, Objek Wisata di Agam Kembali Dibuka

Sementara itu, Alni menjelaskan aturan terkait PSU bisa dilaksanakan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016. Ia memaparkan PSU dapat dilaksanakan apabila terjadi pembukaan kotak suara, berkas pemungutan dan penghitungan suara tidak dilakukan menurut tata cara yang ditetapkan dalam perundang-undangan.

“Selanjutnya, PSU juga bisa dilakukan apabila Petugas KPPS meminta pemilih memberikan tanda khusus, menandatangani, atau menuliskan nama atau alamat, pada surat suara yang sudah digunakan,” papar Alni.

Kemudian, lanjutnya, Petugas KPPS merusak lebih dari satu surat suara yang sudah digunakan oleh pemilih sehingga surat suara tersebut menjadi tidak sah, dan/atau lebih dari seorang pemilih yang memberikan hak pilihnya lebih dari satu kali pada TPS yang sama atau berbeda dan/atau lebih dari seorang pemilih yang tidak terdaftar sebagai pemilih mendapat kesempatan memberikan suara di TPS.

“Mencermati aturan, maka potensi PSU itu bisa dilaksanakan sesuai laporan Panwascam Lintau Buo tersebut,” pungkasnya.

Alni juga menyampaikan beberapa daerah di Sumbar berpotensi PSU selain Tanah Datar, yaitu, Agam, Bukittinggi, Sawahlunto, dan Pasaman. (nox)

Baca juga :  Kadiskes Padang Anjurkan Pakai Masker Bedah