Bukittinggi, inioke.com–Kabar buruk kembali datang dari pasien positif COVID-19 di Sumbar. Angka kematian akibat virus berbahaya tersebut bertambah 1 orang lagi. Seorang perempuan yang sedang hamil 8 bulan warga Bukittinggi dikabarkan meninggal pagi 8 April.

Sayangnya, pasien tersebut baru diketahui positif COVID-19 sore tadi  dari hasil pemeriksaan Fakultas Kedokteran Unand. Sementara jasadnya telah selesai dikuburkan.

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, dalam wawancara daring dengan wartawan mengatakan sebelum meninggal dunia pasien mengalami kejang pada Senin (6/4) lalu, dan dilarikan ke Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi. Namun karena kondisi fisiknya semakin menurun, malam harinya pasien tersebut langsung dirujuk ke RSUP M Djamil Padang. Setelah diisolasi dua malam, pasien itu meninggal.

“Awalnya pasien itu hanya pasien biasa, namun di RSUP M Djamil Padang pasien mengikuti tes swab atau pengecekan cairan melalui rongga hidung dan tenggorokan, hingga hasilnya keluar positif terpapar corona,” katanya.

Setelah mendapatkan informasi satu warganya yang meninggal positif COVID-19, ia langsung memerintahkan untuk melakulan tracking terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien tersebut.

Baca juga :  Kepedulian Warga Kuranji Padang Membantu Keluarga Isolasi Mandiri COVID-19

Saat ini, katanya, 12 orang petugas medis RS Yarsi dikarantina karena kontak dengan pasien positif tersebut.

“Selain itu, juga 9 orang warga yang membantu membawa ke rumah sakit sudah dilakukan isolasi mandiri,” ujarnya.

Selain itu, kata Ramlan, suami pasien yang saat ini ditahan di Polresta Bukittinggi karena kasus narkoba, juga sudah diisolasi.

“Kapolres sudah melakukan antisipasi dengan mengisolasi suaminya dan 48 tahanan lain,” tambahnya.

Rencananya, tes swab terhadap suami pasien meninggal ini akan dilakukan besok. (GYN)

Bukittinggi, inioke.com–Kabar buruk kembali datang dari pasien positif COVID-19 di Sumbar. Angka kematian akibat virus berbahaya tersebut bertambah 1 orang lagi. Seorang perempuan yang sedang hamil 8 bulan warga Bukittinggi dikabarkan meninggal pagi tadi (8/4).

Sayangnya, pasien tersebut baru diketahui positif COVID-19 sore tadi  dari hasil pemeriksaan Fakultas Kedokteran Unand. Sementara jasadnya telah selesai dikuburkan.

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, dalam wawancara daring dengan wartawan mengatakan sebelum meninggal dunia pasien mengalami kejang pada Senin (6/4) lalu, dan dilarikan ke Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi. Namun karena kondisi fisiknya semakin menurun, malam harinya pasien tersebut langsung dirujuk ke RSUP M Djamil Padang. Setelah diisolasi dua malam, pasien itu meninggal.

Baca juga :  Fadly Amran Pimpin Apel Kesiapsiagaan Pembelajaran Tatap Muka

“Awalnya pasien itu hanya pasien biasa, namun di RSUP M Djamil Padang pasien mengikuti tes swab atau pengecekan cairan melalui rongga hidung dan tenggorokan, hingga hasilnya keluar positif terpapar corona,” katanya.

Setelah mendapatkan informasi satu warganya yang meninggal positif COVID-19, ia langsung memerintahkan untuk melakulan tracking terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien tersebut.

Saat ini, katanya, 12 orang petugas medis RS Yarsi dikarantina karena kontak dengan pasien positif tersebut.

“Selain itu, juga 9 orang warga yang membantu membawa ke rumah sakit sudah dilakukan isolasi mandiri,” ujarnya.

Selain itu, kata Ramlan, suami pasien yang saat ini ditahan di Polresta Bukittinggi karena kasus narkoba, juga sudah diisolasi.

“Kapolres sudah melakukan antisipasi dengan mengisolasi suaminya dan 48 tahanan lain,” tambahnya.

Rencananya, tes swab terhadap suami pasien meninggal ini akan dilakukan besok. (GYN)