Solok, inioke.com–Seekor harimau yang membuat resah warga Nagari Gantung Ciri, Kabupaten Solok, beberapa bulan terakhir masuk perangkap yang dipasang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, kemarin.

Diperkirakan harimau tersebut merupakan kawanan dari tiga ekor harimau yang sebelumnya sering dijumpai oleh warga. Diduga masih ada dua ekor lainnya yang masih berkeliaran.

Setelah dilakukan evakuasi dari tempat pemasangan perangkap, harimau tersebut dibawa ke Kantor Wali Nagari Gantung Ciri untuk diserahterimakan. Terlihat, warga berduyun-duyun menyaksikan harimau yang diperkirakan berumur 1,5 tahun tersebut. Harimau betina tersebut diserahkan kepada BKSDA Sumbar oleh Wali Nagari Gantung Ciri, Hendry Yuda.

Diceritakan Hendry Yuda, tertangkapnya harimau tersebut berawal dari pemasangan perangkap yang dilakukan oleh tim gabungan dari petugas BKSDA dan masyarakat dan lainnya empat hari lalu.

“Sebelumnya kita sudah melakukan penghalauan kembali ke dalam hutan bersama tim gabungan, namun tidak membuahkan hasil dan harimau tetap berkeliaran di kawasan perladangan warga,” ungkap Hendry.

Setelah menunggu sekitar dua hari, harimau belum juga masuk perangkap. Bahkan, warga dan petugas sempat menemukan seekor babi yang diduga usai diterkam harimau . Tim kemudian memasukkan sisa babi yang dimangsa harimau sebagai umpan dalam kerangkeng.

Baca juga :  PDIP Sumbar Donasikan APD dan Masker Medis untuk Puskesmas di Padang

“Dari petunjuk orang-orang yang mengerti dengan tabiat harimau, katanya harimau akan mencari lagi sisa makanan yang ditinggalkan untuk dimakan sampai habis, maka kita masukkan dalam perangkap sebagai umpan,” kisahnya.

Setelah menunggu sekitar satu hari pascapemasangan umpan sisa makanan harimau, akhirnya upaya yang dilakukan tim gabungan bersama masyarakat membuahkan hasil, satu ekor harimau muda masuk perangkap.

“Diduga, ini adalah harimau yang kemarin ketemu dengan tim saat memasang umpan di perangkap, tertangkapnya siang tadi sekitar pukul 13.00 Wib di kawasan Cimoneng daerah Singo-Singo, Nagari Gantung Ciri, jenis kelaminnya betina,” terangnya.

Selanjutnya, Wali Nagari meminta masyarakat untuk menahan diri sementara waktu agar tidak beraktivitas di kawasan perladangan yang diduga menjadi daerah berkeliarannya harimau .

“Kita minta warga untuk menahan diri dulu, sampai kondisi benar-benar aman terkendali,” tutupnya. (mdj)