Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Sejarawan: Semen Padang selayaknya bangun museum mini
Catatan Sejarah Semen Padang (Ist)
OKE News

Sejarawan: Semen Padang selayaknya bangun museum mini 

Padang, inioke.com – Sejarawan Sumatera Barat Prof. Dr. Gusti Asnan berpandangan PT Semen Padang sudah selayaknya membangun museum mini untuk mewadahi benda dan non benda bersejarah di perusahaan itu.

“Kalau Semen Padang punya museum mini sehingga generasi muda dapat mengenal dan mengetahui perjalanan sejarah industri semen tertua itu,” kata Gusti Asnan di Padang, Kamis.

Menurut dia, Semen Padang bukan saja sebatas industri semen yang bisa bertahan hingga 110 tahun, tetapi perusahaan itu merupakan aset sejarah.

Perjalanan panjang yang telah dilewati tentunya dengan ada museun mini atau semacam history corner yang isinya peralatan tua atau benda maupun non benda dapat diketahui banyak orang.

“Melalui wadah museum mini itu, masyarakat umum bahkah secara luas bisa mengetahui perjalanan sejarah perusahaan warisan Belanda itu,” ujarnya.

Sebab, sejarah Semen Padang amat penting karena banyak anak muda atau masyarakat yang tidak tahu bagaimana sebenarnya perkembangan sejak jaman penjajahan itu.

Menurutnya, museum mini atau pojok sejarah dibuat oleh manajemen Semen Padang, tentu dapat dijadikan wadah edukasi dan pengetahuan.

Baca juga :  Wabah corona tidak pengaruhi kunjungan wisatawan ke Solok Selatan

Selain itu, bisa pula menjadi obyek wisata sejarah industri persemenan yang bisa dikunjungi mahasiswa atau pelajar.

Ia mengatakan, satu waktu pernah meminta mahasiswa Fakultas Sejarah Unand untuk mencari referensi tentang sejarah Semen Padang.

“Hasil yang didapat tidak terlalu banyak ditemui referensi mengenai perjalanan sejarah Semen Padang,”ujarnya.

Sebenarnya, tambah Gusti, sudah ada buku tentang perjalanan sejarah PT Semen Padang yang cukup lengkap dan bagus ditulis oleh Prof. Dr. Mestika Zet (Alm), Hasril Chaniago dan Khairul Jasmi.

“Sayangnya buku tersebut tidak banyak beredar secara luas. Mungkin saja dicetak ketika itu jumlahnya terbatas,” katanya.

Ia menyarankan, salah satu upaya memperkenalkan sejarah Semen Padang, perlu buku berjudul “Indarung tonggak sejarah industri Semen Indonesia” itu dicetak ulang dalam jumlah banyak.

Upaya itu, salah satu upaya untuk mengenalkan sejarah pabrik semen tertua di Tanah Air itu.

Apalagi, beberapa tahun belakangan publikasi tengang Semen Padang relatif terbatas. Kenapa hal itu bisa terjadi?, tidak jelas juga penyebabnya.

“Awal reformasi begitu menyita perhatian terhadap Semen Padang, tapi setelah itu makin kurang publikasinya,” ujarnya.

Baca juga :  BRI Cabang Padang Bantu Bangun Dua Halte Trans Padang
Pewarta : Anton
Editor: Siri Antoni
(ANT)

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *