Arka Mahesa Putra (4) tidak mau melepaskan genggaman tangannya. Saat digendong pun, tangannya malahan melingkari leher orang nomor satu di Kota Padang itu. Sepertinya, pertemuan pertama dengan Wali Kota Padang Hendri Septa memang begitu mengesankan.

Begitu juga dengan kedua adik kembarnya Arka, Zahwa Nazzira Wira (2) dan Zahra Nazzira Wira (2). Wajah chubby nan lucu, mengemaskan. Setiap yang memandang pasti ingin mencubitnya. Raut wajah yang tenang memandang setiap orang yang datang ke rumahnya. Sembari memegang botol susu yang tak penuh dalam genggaman.

Selasa (20/4) sore, sehabis ashar, Wira Mahesa Putra (30), seorang buruh lepas, bersama sang istri tercinta, Ade Maharani (26), ibu rumah tangga dengan empat orang anak, telah bersiap-siap menunggu kedatangan Wali Kota Padang Hendri Septa di kediamannya yang berukuran sekitar 4,5 x 4,5 meter. Semi permanen. Rumah yang memiliki dua ruangan itu beralamat di RT. 01/ RW. 01 Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan.

Dengan dibantu anak sulungnya, Vicca Firzila Aulia (8), lantai karpet plastik disapu bersih. Mainan adik-adiknya dirapikan dan ditarok di atas meja. Dekat dua tas jinjing yang berisi pakaian yang telah terletak rapi di samping lemari kayu di sudut ruangan depan.

Baca juga :  Hari Pertama Puasa Ramadan, Orang Pertama Positif COVID-19 di Payakumbuh

Sekitar pukul 16.45 WIB, rombongan Wali Kota Hendri Septa datang menjemput Wira Mahesa Putra beserta keluarga. Untuk diajak buka puasa bersama sekaligus menginap dan makan sahur di Rumah Dinas Wali Kota Padang yang beralamat di Jalan A Yani nomor 11 atau biasa disebut Palanta. Esok paginya, Wira Mahesa Putra beserta keluarga kembali diantarkan ke rumahnya.

Hal itu merupakan inisiatif Wali Kota Padang Hendri Septa yang baru dilantik 7 April lalu dalam menjalankan syariat agama melalui program Semata (Semalam Di Palanta) yang diluncurkan Pemko Padang di Ramadhan tahun ini. Pemko Padang ingin melakukan sesuatu yang luar biasa pada bulan Ramadan. Memberikan kebahagiaan bagi keluarga-keluarga yang kurang mampu di Kota Padang. Kaum dhuafa adalah orang-orang yang sangat dicintai Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam.

Tidak hanya sampai disitu, rumah keluarga yang mengikuti program Semata, juga akan dilakukan kegiatan bedah rumah yang ditargetkan selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Memuliakan kaum dhuafa menjadi kalimat yang sering diucapkan Wali Kota Hendri Septa di beberapa kesempatan. Bahkan, selepas buka puasa bersama dengan Wira Mahesa Putra dan keluarga beserta jajaran pegawai Pemko Padang.

Baca juga :  KI Sumbar Serahkan Laporan Kinerja 2020 kepada KI Pusat

“Jika kita tak peduli, tidak berempati dan tidak memuliakan saudara-saudara kita tersebut, maka kita harus malu mengaku cinta Rasulullah. Karena mencintai orang miskin termasuk salah satu dalam wasiat Rasulullah kepada sahabatnya Abu Dzar Al Ghifari,” ucap Wali Kota berkacamata itu.

Baginya, Semata adalah wujud rasa syukur. Penghormatan kepada rakyat. Walaupun belum menyentuh semuanya. Harapannya, program Semata bisa mengetuk banyak pintu-pintu hati lainnya. Saling peduli. Saling Berbagi. Saling mengasihani. Demi umat, demi Padang Kota Tercinta. (Rilis)