Padang, inioke.com–Seluruh tempat karantina covid-19 di Sumbar ditutup, kecuali di BPSDM yang menampung 200 orang. Penutupan tempat karantina tersebut berlaku sementara dan sewaktu-waktu dapat dibuka kembali jika dibutuhkan.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, penutupan ini selain untuk penghematan, juga pasien covid-19 telah banyak yang sembuh.

Dijelaskan Irwan, tempat karantina dipergunakan untuk pasien positif,  OTG, ODP dan orang dalam perjalanan, yang ketika terjadi peningkatan kasus beberapa bulan lalu hampir semuanya terpakai.

Pemakaian tempat karantina ini juga dipicu tes PCR (polymerase chain reaction) atau pemeriksaan laboratorium mendeteksi keberadaan untuk mendiagnosis penyakit dan mendeteksi material genetik virus Corona.

“Dengan testing PCR berjalan efektif mendeteksi pasien positif covid 19 dan melakukan tracing berjalan maka kondisi saat ini mulai berkuranglah yang ODP, OTG di karantina. Akhirnya pada waktu itu kita kurangi langsung di Payakumbuh ada dua yang dikurangi tidak ada lagi dan beberapa titik juga kita kurangi, karena rencananya OTG, ODP untuk pulang kampung sudah tidak banyak lagi dan walaupun ada langsung kita swab sehingga tidak perlu karantina,” kata Irwan, kemarin.

Baca juga :  Pilkada 9 Desember 2020, KPU Sumbar Tambah 1.300 TPS

Irwan Prayitno juga merasa senang pasien covid ODP, OTG, sudah banyak yang sembuh. Tidak ada lagi karantinanya yang positif ringan pun ternyata sudah bisa dengan satu tempat saja yaitu di BPSDM Gadut Padang.

“Bapelkes kita tutup sementara, balai pertanian juga ditutup sementara, dan siap stand by kalau sekiranya kurang kita hidupkan kembali. Dan termasuk kemenag juga ditutup, Diklat Bukittinggi juga tutup, Padang Panjang dan beberapa derah lain juga ditutup,” pungkas Gubernur. (ioc/rilis)