Pasaman Barat, inioke.com–Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 berusia 115 tahun di Pasaman Barat tidak mau dirawat di ruang isolasi RSUD Jambak. Meski demikian, keluarganya bersedia untuk isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan ketat tenaga kesehatan.

Juru bicara Satuan Gugus Tugas COVID-19 Dinkes Pasbar, Gina Alecia, mengatakan tetap berupaya agar pasien mau dirawat di ruang isolasi. Sedangkan upaya yang dilakukan saat ini, dengan melakukan pengawasan ketat terhadap pasien dan keluarganya.

“Tadi pasien sudah dilihat sama pihak puskesmas. Pasien sudah mulai membaik karena sesak sudah tidak ada, serta keluarga pasien pun sudah berjanji untuk melakukan karantina mandiri,” katanya.

Meski saat ini kondisi pasien sudah mulai membaik dan tidak ada lagi mengalami sesak nafas, pihak keluarga juga telah berjanji, jika ada keluhan atau keadaan pasien berlanjut akan langsung menghubungi pihak rumah sakit, untuk membawa pasien ke RSUD Jambak.

“Sekarang bidan desa terus mengawasi pasien secara ketat dan tetap diupayakan agar PDP ini mau dirawat di ruang isolasi, karena akan dilakukan pemeriksaan swab dengan dua orang PDP yang lainnya,” ujar Gina.

Baca juga :  Masih Zona Merah, Dinkes Kota Padang Belum Bisa Beri Rekomendasi Shalat Berjamaah di Masjid

Ia mengungkapkan, hari Senin depan rencananya akan dilakukan pemeriksaan dengan Swab Test. Dimana lima orang PDP di Pasbar , dua orang diantaranya sudah dilakukan pemeriksaan swab dan menunggu hasilnya keluar.

PDP lansia ini bukan pelaku perjalanan. Ia diduga terpapar karena ada kontak dengan pelaku perjalanan yang baru datang dari wilayah terjangkit COVID-19.

Untuk itu, ia berharap, warga yang baru datang dari daerah terjangkit, hendaknya melapor dan melakukan cek kesehatan. Kemudian diminta untuk isolasi atau karantina mandiri di rumah selama 14 hari.

“Jika demam segera melapor ke tenaga kesehatan, jangan menahan diri karena ini untuk kebaikan bersama,” harapnya.

Berdasarkan data dari Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Pasbar , hingga Minggu (5/4) siang, tercatat 113 ODP (10 sehat), 5 orang PDP dan 2.300 lebih notifikasi atau pelaku perjalanan. (GYN)