Oleh: Maghriza Novita Syahti

 

Era new normal mulai kita jalani meskipun pandemic belum juga berlalu. Kehidupan terus berjalan, begitu juga dengan teman-teman yang baru saja lulus kuliah dan ingin bekerja. Sebagian dari teman-teman fresh graduate mungkin ada kekhawatiran untuk mulai melangkah ke jenjang berikutnya setelah lulus, yaitu mencari pekerjaan. Faktanya saat ini, tidak sedikit perusahaan yang kurang stabil bahkan harus tutup karena pandemic covid-19 ini meskipun mereka sudah mengupayakan berbagai hal agar tetap berjalan seperti biasa. Sebut saja, Airy, Thai Airways, Nissan Indonesia, Honda Vietnam, dan berbagai perusahaan lainnya. Tidak tertutup kemungkinan, perusahaan yang dimaksud tersebut adalah perusahaan yang kamu cita-citakan untuk bekerja dan berkarya di sana.

Sebagai fresh graduate yang bijak, tentu kita harus pintar-pintar memilih dan memilah industry, serta tidak lupa menyesuaikan kompetensi kita agar dapat diterima di perusahaan tersebut. Bisa kita amati saat ini, bahwa industry yang terpengaruh adalah hotel/ tourism, penerbangan, restoran, entertainment, mall/ retail, otomotif, property, dan lain sebagainya. Sedangkan, industry yang tidak terpengaruh banyak yang dapat kita lihat adalah e-commerce, logistic, pengiriman makanan, remote working, media, pembelajaran online, farmasi, dan lain sebagainya. Situasi saat ini membawa kita kepada perubahan terus-menerus yang tidak bisa diprediksi. Perusahaan yang bisa bertahan dalam situasi seperti ini adalah perusahaan yang terus berinovasi sebagai manifestasi dari kecermatan dalam membuat dan melihat peluang untuk bertahan dalam kompetisi.

Baca juga :  Terkendala Internet, Belajar Daring di Siberut Tak Efektif

Setelah lulus kuliah dan diwisuda, teman-teman sudah harus memiliki tujuan. Entah itu mengembangkan bisnis sendiri, menjadi praktisi dan professional, ataupun berkarya melalui institusi/ perusahaan. Kondisi new normal ini memaksa kita untuk melakukan akselerasi dalam hal apapun. Selain menentukan industry yang tetap stabil untuk jangka panjang, perlu juga bagi kita untuk memilih jenis pekerjaan yang di era 4.0 menuju 5.0 ini. Beberapa pekerjaan sedang beralih untuk digantikan oleh mesin atau teknologi sehingga fungsi manusia dalam pekerjaan tersebut akan diminimalisir bahkan akan dihilangkan. Sebut saja, petani, pegawai pos, operator mesin, data entry, tekstil dan garmen, petugas administrasi, pelayanan makanan, dan lain sebagainya.

Jika teman-teman sudah memiliki tujuan sedari lama, dalam kondisi saat ini di era 4.0 dan pandemic covid-19 ini tentu strateginya mesti berbeda karena kondisi tersebut termasuk sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan. Ada hal-hal yang bisa kita kendalikan, seperti jumlah pekerjaan yang dilamar, jumlah wawancara yang kita hadiri, attitude selama wawancara, kerapian CV, kemampuan emotional intelligence, dan lain sebagainya. Sedangkan, beberapa hal yang tidak bisa kita kendalikan adalah virus yang berkembang seperti saat ini, ekonomi yang sulit, jumlah karyawan yang di PHK, naik turun harga saham, dan lain sebagainya.

Baca juga :  Survei Revolt Institute: 54 Persen Responden Merasa Khawatir Pilkada di Masa Pandemi

Sebagai fresh graduate yang berkualitas, tentu teman-teman perlu tahu bahwa mindset sarjana kertas yang hanya memperhatikan IPK harus dikesampingkan terlebih dahulu. Perusahaan saat ini melihat beberapa poin penting dari para pencari kerja, seperti universitas, pengalaman, dan tentu juga IPK.

Selain tiga poin tersebut, ada juga beberapa hal yang diperhatikan oleh para rekruter, seperti mampu bereaksi dengan cepat, mampu mencari solusi yang efektif dan efisien dari permasalahan yang dihadapi, memiliki performance yang baik, dan beberapa hal lainnya. Berdasarkan data dari Future of Jobs Report, World Economic Forum, pada 2020 ini ada 10 top skills yang dibutuhkan oleh dunia kerja, yaitu penyelesaian masalah yang kompleks, berpikir kritis, kreativitas, manajemen orang lain, berkoordinasi dengan orang lain, emotional intelligence, pengambilan keputusan, orientasi pada pelayanan, negosiasi, dan fleksibilitas kognitif. Peningkatan kompetensi dan skills bisa teman-teman lakukan mulai dari sekarang, bahkan untuk teman-teman yang masih kuliah tidak ada salahnya untuk memulai mengembangkan kompetensi dan skils dari sekarang. Jika ingin bertanya dan mengembangkan kompetensi teman-teman mahasiswa atau fresh graduate, VIP Consulting dapat membantu Anda melalui kelas dan konsultasi online. Silahkan hubungi kami melalui akun Instagram @vipconsulting2020.

Baca juga :  Masuk Mentawai, Wagub Sumbar Diperiksa Ketat

Maghriza Novita Syahti, psikolog dan founder VIP Consulting