Padang, inioke.com–Pemberian informasi jangan hanya sekedar sampai, tapi berikanlah yang berkualitas, sehingga masyarakat menjadi lebih paham.

Demikian disampaikan Ketua Komisi Informasi Sumbar, Nofal Wiska, dalam sosialisasi pelayanan data dan informasi publik yang diselenggarakan Bawaslu Sumbar di Hotel Grand Zuri Padang, Sabtu (21/11).

Selain itu, lanjut Nofal, perlu juga melihat situasi kepada siapa informasi diberikan, bisa saja mempergunakan bahasa daerah, atau bahasa lainnya yang dapat dipahami, juga bisa mempergunakan gambar serta lainnya.

Alangkah lebih baik lagi, jika informasi diberikan dalam bentuk hal-hal menarik, sehingga masyarakat cenderung menyukai akan selalu membuka website tersebut.

“Manjakan masyarakat dengan memberi informasi yang simpel dan menarik, tidak kaku serta mudah dicerna, sehingga informasi yang diberikan secara langsung atau melalui website akan selalu diminati dan penerima pesan akan tetap memahami,” ulas Nofal.

Nofal juga menegaskan, sebaiknya memberikan informasi yang update, sehingga tidak menimbulkan kejenuhan masyarakat, jangan diminta terlebih dahulu baru diberikan.

“Pemberi informasi sebaiknya aktif jangan pasif, sehingga selalu update, seharusnya gak perlu diminta dahulu baru diberikan, itu namanya hanya sekedar memenuhi tanggung jawab. Apalagi berkaitan informasi serta-merta dimana berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, karena bisa dipidana,” tegas Nofal.

Baca juga :  RSUP M Djamil dan RS Achmad Mochtar Akan Uji Klinis Obat Corona

Pemaparan ketua KI Sumbar Nofal Wiska didukung penuh Bawaslu Sumbar, dengan tanggapan cepat Kordiv Hukum, Humas dan Datin Bawaslu Sumbar, Nurhaida Yetti. Ia mengatakan semua arahan Komisi Informasi tersebut akan dilaksanakan, sehingga minat masyarakat untuk memberi masukan pada Bawaslu semakin tinggi.

“Ada beberapa inovasi yang segera kita lakukan, seperti memberikan informasi dengan karikatur atau video dan hal-hal menarik lainnya,” tutur Nurhaida Yetti.

Ia juga menyampaikan kesiapan Bawaslu Sumbar terhadap keterbukaan, dengan menyiapkan ruang representatif, komputer dengan semua data yang diinginkan, serta tenaga teknis berpengalaman.

Sebagai lembaga yang mengawasi proses penyelenggaraan pemilu dan pilkada Bawaslu Sumbar melakukan sosialisasi untuk meningkatkan keterbukaan informasi publik. Terutama dalam pengawasan penyelengaraan pemilihan serentak 2020. Agar semua informasi terkait pemilihan tersebut tidak ada yang ditutupi.

Sosialisasi keterbukaan informasi tersebut diikuti berbagai organisasi diantara Bedan Eksekutif Mahasiswa dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di kota Padang.

Ketua Panita Roza Malina mengatakan, acara sosialisasi dilaksanakan agar publik tahu tugas dan fungsi Bawaslu, serta mendorong transparansi untuk masyarakat.

Baca juga :  Pemerintah Jamin Stok Pangan Aman Selama Ramadan dan Idul Fitri

Sekaitan dengan laporan ketua penyelenggara, Sekretaris Bawaslu Sumbar Karnalis Kamaruddin lebih menegaskan, lembaga ini sudah melakukan keterbukaan sejak lama, dengan pembentukan PPID melalui keputusan ketua Bawaslu Sumbar nomor 001.A/H.BAWASLU-Prov/HM 00/2017.

“Sebagai atasan PPID Bawaslu Sumbar, saya sudah menyelenggarakan keterbukaan sesuai dengan arahan ketua dan kordiv, dengan melakukan pembuatan website, serta menyediakan ruang PPID di kantor Bawaslu Sumbar,” ulas Karnalis.

Sementara Bawaslu kabupaten dan kota juga akan mengembangkan website, dengan tiga langkah, yakni, jangka pendek, menengah dan panjang.

“Sehingga pada tahun 2021 semua sudah memiliki website,” tukuk Karnalis. (ioc)