Padang, inioke.com–Semen Padang Hospital (SPH) dan RSUP M Djamil menerima 100 boks masker dari PT Kimi Farma untuk paramedis yang bertugas di garda depan pengangan COVID-19 di Sumbar. Masker tersebut langsung diterima oleh Direktur SPH, dr Farhaan Abdullah, serta Direktur Medik dan Keperawatan, RSUP M Djamil, dr Rose Dinda Martini. Alat pelindung diri (APD) bagi paramedis yang bertugas ini diserahkan langsung oleh Anggota DPR RI, Andre Rosiade, bersama Kepala Cabang Kimia Farma Padang, Rudi Hariansyah.

Direktur SPH, dr Farhan berterima kasih kepada Andre Rosiade dan Kimia Farma, yang telah membantu masker untuk paramedis SPH. Apalagi, stoknya sudah sangat menipis dan susah mencarinya di Kota Padang.

“Kalau ada, kami mau membelinya di Padang, tapi ternyata kosong. Karena itu saya minta bantu Pak Andre yang kebetulan di Komisi VI DPR RI,” kata dr Farhan kepada wartawan.

Farhan menyebutkan, untuk mencegah menyebarnya corona, SPH sudah menyosialisasikan social distancing di beberapa titik. Dengan memasang segel pengaman kursi di titik-titik tertentu tak diduduki untuk sementara waktu.

“Kami juga masih menunggu APD lain untuk paramedis,” katanya.

Rose Dinda Martini juga berterima kasih atas bantuan masker tersebut. Menurutnya, persediaan APD— termasuk masker bedah juga sudah menipis. Perlengkapan pakaian APD juga masih kurang dan kami sangat berharap bantuan dari pihak lainnya. Terakhir ada 100 stel pakaian APD untuk paramedis M Djamil.

“Kami berharap akan datang lagi bantuan-bantuan sejenis meningat potensi COVID-19 yang semakin tinggi. Kami juga meminta seluruh rumah sakit di Kabupaten/Kota lebih menyeleksi yang akan dibawa ke M Djamil yang benar-benar butuh. Bukan yang flu biasa, batuk dan lainnya. Kan kita sudah tahu standarnya,” katanya.

Andre Rosiade menyebutkan, dia sengaja datang ke Padang untuk menyerahkan masker kepada dua rumah sakit besar di Sumbar. Karena, minimnya APD untuk paramedis dan susah mendapatkannya.

“Kami dikontak dr Farhaan dan mencoba komunikasikan dengan Kimia Farma. Ternyata oke dan diantarlah 100 box masker atau 5.000 lembar ini,” kata Andre.

Kepala Cabang Kimia Farma Padang Rudi Hariansyah mengaku, stok masker memang sudah menipis. Dia meminta Andre Rosiade memberikan rekomendasi agar Kimia Farma menambah stok masker di Sumbar.

“Karena Sumbar tak termasuk red zone covid-19. Jadi kalau ada permintaan dari Komisi VI semoga bisa ditambah. Sekarang sedang diproduksi massal dan semoga ada jatah kita,” kata Rudi. (io)