Agam, inioke.com—Kearifan lokal diterapkan dalam pembagian semua jenis bantuan sosial, termasuk BLT Dana Desa di Nagari Lawang dan Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam. Mulai dari proses pendataan, penyaluran dan pengawasan, dimana selalu melibatkan ninik mamak suku, pucuk adat dan para penghulu secara aktif. Kesalahan pendataan bisa diminimalisir, karena sang mamak akan merasa malu jika ada kemenakannya yang mampu ternyata didata sebagai masyarakat miskin.

Wali Nagari Lawang, Jamal Muchtar Dt Lelo Ameh, menjelaskan, kearifan lokal juga diterapkan untuk menangani penyebaran Covid-19 di Pasar Nagari Lawang Tigo Balai. Pasar bersama dijaga anak nagari secara ketat setiap hari pekan, yaitu Selasa dan Jum’at. Semua pedagang dan pengunjung wajib bermasker dan pada titik-titik masuk pasar disediakan tempat cuci tangan.

“Ninik mamak selalu menghimbau anak kemenakan agar sebentar saja di pasar, dan setelah itu berdiam di rumah,” kata Wali Jamal Muchtar didampingi Ketua KAN Lawang Datuk Rajo Endah, Pj Wali Nagari Tigo Balai Sukmarina, dan Ketua KAN Tigo Balai Datuak Palimo.

Baca juga :  Siaga COVID-19, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman

Imbauan perantau tidak pulang dulu juga disampaikan dengan penuh kearifan. Seluruh mamak menghubungi anak kemenakannya yang berada di rantau, untuk saling menjaga, dan sementara tidak pulang kampung.

“Alhamdulillah imbauan mamak sangat efektif dan tidak ada perantau Lawang yang pulang kampung saat lebaran lalu,” kata Jamal Muchtar Datuk Lelo Ameh.

Komisi I DPRD Sumbar memberi apresiasi cara-cara yang dilakukan dua nagari tersebut dalam mencegah dan menangani Covid-19 sesuai kearifan lokal.

“Akibat kearifan lokal yang diterapkan oleh Nagari Lawang dan Nagari Tigo Balai, melibatkan ninik mamak, maka semua bantuan sosial mulai dari BLT Kemensos, BLT Provinsi dan BLT Dana Desa diserahkan tanpa gaduh sama sekali. Jadi, meskipun pandemi Covid-19, di nagari ini kedamaian dan kebersamaan tetap terpelihara,” kata Ketua Komisi I DPRD Sumbar Syamsul Bahri, dalam kunjungan kerja Komisi I di dua nagari tersebut guna memantau penyaluran BLT Dana Desa, Sabtu (6/6).

Penerapan kearifan lokal di Nagari Lawang dan Nagari Tigo Balai ini juga menjadi catatan khusus bagi Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar, HM Nurnas. Menurutnya, pola kearifan lokal ini dapat dicontoh nagari lain di Sumbar.

Baca juga :  Cegah Penyebaran COVID-19, Nagari di Agam Buka Posko

“Kearifan lokal ini buah dari ditetapkannya Nagari Lawang sebagai pilot proyek Nagari Adat. Ini yang harus kita support terus,” kata Nurnas, politisi Partai Demokrat ini.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Sumbar, Syafrizal Ucok, mengharapkan keunggulan kearifan lokal Lawang dan Tigo Balai dalam penanganan Covid-19 dan penyerahan BLT Dana Desa, dapat diwujudkan pada program Dana Desa lainnya di masa datang.

Jumlah BLT Dana Desa yang telah disalurkan di Nagari Lawang berjumlah Rp198 juta untuk 110 KK. Sedangkan BLT Dana Desa untuk Nagari Tigo Balai Rp426 juta yang dibagikan kepada 158 KK.

Kunjungan kerja Komisi I DPRD Sumbar, selain diikuti Ketua dan Sekretaris, juga didampingi Wakil Ketua Evi Yandri Rajo Budiman (Gerindra), serta Anggota, Bakri Bakar (Nasdem), Muzli M. Nur (PAN), Jempol (Gerindra) dan Muhammad Ridwan (PKS). Dari Dinas PMD Sumbar ikut mendampingi Kepala Dinas PMD Sumbar, Syafrizal Ucok, Sekretaris PMD Sumbar yang juga PPA Dana Desa, Armen, serta Korprov Pendamping Profesional Dana Desa, Feri Irawan. (mdj)

Baca juga :  Tertumpang Harapan kepada Pemuda Menangani Covid-19