Pesisir Selatan, inioke.com– Melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, hanya memiliki sisa cadangan pangan pemerintah (CPP) 5 ton beras.

Asisten II Pemerintah Kabupaten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan, Mimi Rianti Zainul menyampaikan, sebagai langkah untuk memenuhi CPP, saat iniĀ  merencanakan pengadaan beras 140 ton dari Badan Urusan Logistik (Bulog).

“Yang 5 ton itu awalnya ada 45 ton, tapi telah kami bagikan sebanyak 40 ton pada tiap-tiap nagari untuk masyarakat terdampak COVID-19,” ungkapnya.

Menyikapi hal itu, lanjut Mimi, saat ini Pemkab Pessel masih melakukan pendataan jumlah masyarakat terdampak COVID-19 yang bakal menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), seiring proses refocusing APBD.

“Ya, sedang kami hitung. Estimasinya diperkirakan Rp45 miliar untuk JPS. Pendanaan BLT itu nanti akan kami bebankan sebagian dari dana desa. Pembagiannya belum bisa dipastikan,” terangnya.

Kendati demikian, pemerintah kabupaten telah mengirim ke provinsi sebanyak 34. 010 data masyarakat Pessel yang terdampak langsung covid-19. Mereka terdiri dari DTKS, diluar penerima PKH dan Bantuan Pangan Tunai.

Baca juga :  Pemkab Tanah Datar Salurkan Bantuan Beras untuk 4.619 KK di 9 Nagari

Terpisah, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Penanggulangan COVID-19 Pessel, Dailipal mengungkapkan, guna menghadapi PSBB, pihaknya bakal memperketat pengawasan di wilayah tapal batas.

Kemudian Menutup dua pasar tradisional seperti Pasar Tarusan dan Pasar Barung-Barung Belantai. Masing-masing di Kecamatan Koto XI Tarusan. Penutupan itu seiring tingginya angka pasien positif di wilayah itu.

“Namun untuk sosialisasi penutupan toko-toko para pedagang di pasar-pasar, kami terlebih dahulu menunggu instruksi dari pemerintah provinsi,” tandasnya. (ion)