Padang, inioke.com–Terkait laporan terkait ijazah salah seorang bakal calon gubernur Sumbar, telah berulang-ulang dipermasalahkan, dan sudah dilakukan verifikasi faktual. Dalam verifikasi faktual oleh KPU Sumbar tidak ditemukan kejanggalan atau ijazah palsu. Namun, KPU Sumbar tetap akan menerima laporan ini dan memproses sesuai prosedur.

“Sebenarnya sudah dipermasalahkan semenjak pemilik ijazah maju sebagai calon bupati, dan semua sudah diverifikasi. Hal ini sudah berlang-ulang dipermasalahkan, dan sudah dilakukan verifikasi faktual, hasilnya memang tidak ada yang dipalsukan,” tegas Kabag Hukum, Teknis dan Hupmas KPU Sumbar Aan Wuryanto, saat menerima perwakilan Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi (AMPD) Sumbar, Selasa (22/9).

AMPD mengirim 5 orang wakilnya untuk beraudiensi dengan KPU dan Bawaslu Sumbar di bawah koordinator Adi. Dalam pertemuan dengan KPU Sumbar juga hadir Sekretaris Firman yang mengatakan semua dokumen pasangan calon sudah diverifikasi dan penetapan calon akan dilakukan Rabu (23/9).

“Kita sudah lakukan verifikasi terhadap semua dokumen yang masuk terhadap semua pasangan cagub dan cawagub, besok kita akan lakukan penetapan,” ulas Firman.

Baca juga :  Berturut-turut, Pemko Padang Panjang Raih WTP 4 Kali

Sebelum audiensi dengan KPU Sumbar, AMPD lebih dulu berdialog dengan Bawaslu Sumbar.  Mereka diterima langsung Anggota Bawaslu Vifner. Dikatakan Vifner, lembaganya sudah meminta KPU Sumbar untuk melakukan verifikasi terhadap masukan dari masyarakat, khususnya masalah ijazah para bakal calon gubernur dan wakil gubernur.

“Secara kelembagaan Bawaslu Sumbar sudah meminta pada KPU untuk melakukan verifikasi faktual terhadap semua dokumen yang masuk, agar tidak ada polemik di kemudian hari,” tegas Vifner.

Dia juga menambahkan, untuk urusan sah atau tidaknya dokumen para bakal calon, itu semua kewenangan KPU. (ioc)