Padang, inioke.com–Pengguna jasa bandara sudah diperbolehkan oleh Menteri Perhubungan dengan syarat dan ketentuan untuk terbang menggunakan moda transportasi udara.

Sejak terbit Surat Edaran Dirjen Udara Kemenhub RI,  Bandara Internasional Minangkabau (BIM) telah membuka pelayanan penerbangan domestik dari dan ke BIM hari ini. Pembukaan kembali layanan penerbangan domestik tersebut, diiringi dengan 7 pesawat mendarat dan 2  terbang di BIM.

Menurut Humas Angkasa Pura Cabang BIM, Fendrick Sondra, di BIM tidak ada rapid test, apalagi pengecekan PCR penumpang.

“Pengguna jasa kebandaraan bisa terbang kalau mengantongi sejumlah dokumen yang ditentukan oleh Protokol Covid-19,”ujar Fendrick, Sabtu (9/5).

Setiap penumpang yang terbang dari BIM kata Fendrick Sondra harus memiliki dokumen selain tiket dan KTP atau paspor yaitu, Surat Keterangan berbadan sehat dan telah mengikuti Rapid Test atau PCR dengan hasil Negatif. Kemudian, surat tugas yang menyatakan sedang dalam perjalanan dinas. Selanjutnya, form dari maskapai yang diisi dan mengisi surat HAC (Health alert Card).

“Tanpa dokumen itu maka otoritas bandara tidak mengizinkan penumpang tersebut terbang,”ujarnya.

Baca juga :  Mahyeldi : Pasar Raya Tutup itu Hoaks

BIM, kata Fendrick, sejak pandemi sudah menerapkan pemeriksaan selektif dan ketat kepada setiap penumpang di terminal kedatangan.

“Kini untuk yang terbang harus punya surat dari rumah sakit terkait pemeriksaan atau rapid test hasilnya menyatakan negatif Covid-19. Kami atau KKP Bandara tidak menyediakan fasilitas rapid test apalagi PCR,”ujarnya.