Padang, inioke.com–Kurva penyebaran Covid-19 di Sumatra Barat yang cenderung melandai dalam beberapa hari terakhir kembali naik dengan banyaknya terkonfirmasi positif hari ini (1/7).

Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso menyebutkan, sampai pukul 05.00, Rabu (1/7) terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 di Sumatra Barat 16 orang. Jumlahnya cukup besar jika dibandingkan dengan jumlah sebelumnya yang berkisar di bawah 10 orang.

“Enam belas orang yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 ini, 14 kasus berasal dari Kota Padang dan 2 dari Kabupaten Padang Pariaman,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatra Barat, Jasman Rizal.

Dijelaskan Jasman, 14 kasus dari Kota Padang itu merupakan hasil pemeriksaan yang memakai metode survei secara acak atau random.

“Empat belas pasien yang terkonfirmasi positif terinfeksi itu, bukan pemeriksaan swab dari sampel yang dikirimkan rumah-rumah sakit di Sumatra Barat dan tidak dilakukan pihak pengawas (survailance). Pasiennya juga bukan berasal dari pelacakan (tracking) dan lacakan (tracing), namun dilakukan secara acak (random),” terang Jasman Rizal, yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatra Barat, kepada sumbarsatu.com (jaringan inioke.com).

Dijelaskannya lebih jauh, setelah dilakukan pemeriksaan swab di Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Sumatra Barat,  dan hasilnya terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19, barulah tim pengawas akan melakukan pelacakan dan pemelacakanan terhadap subjek dan orang-orang yang kontak fisik dengan pasien yang bersangkutan.

Baca juga :  Imbauan Gubernur Sumbar, Shalat Idul Fitri di Rumah Saja

“Saat ini tim pengawas melacak secara detil daerah-daerah atau rukun-rukun tetangga (RT) di tingkat kelurahan yang salama dinilai zona hijau, tapi memendam potensi orang tanpa gejala (OTG) yang sulit mendeteksinya. Juga di pasar-pasar tradisional, juga jadi perhatian tim Gugus Tugas Covid-19,” jelasnya.

Masih sekaitan dengan naiknya jumlah pasien yang positif Covid-19 di Sumatra Barat, Direktur Rumah Sakit Semen Padang Kol. CKM (Purn). dr. Farhaan Abdullah, SP THT-KL menilai, penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat tidak dilakukan dengan ketat dan disiplin.

“Dalam analisis dan estimasi kami, penerapan protokol  kesehatan  tidak dilakukan  dengan ketat. Kita lihat kelonggaran tanpa memperhatikan protokol kesehatan berlangsung di pasar-pasar,  kolam  renang, kedai-kedai  kopi dan  di tempat  keramaian  lainnya. Mereka  berpikir  bahwa pandemi Covid -19  ini  sudah selesai. Maka, perilaku masyarakat ini tidak kita ingatkan, Sumatra Barat atau Kota Padang bisa serupa Kota Surabaya,” urai Farhaan Abdullah membandingkan.

Ia mengatakan, saat ini Tim Gugus Tugas dan pengawas, lebih memerhatikan dan fokus menjaring sebanyak-banyaknya orang-orang tanpa gejala karena potensinya menularkan sangat besar.

Baca juga :  Badan Siber dan Sandi Negara Jadikan Sumbar Prioritas Induk CSIRT

Sementara itu, Arkadius, anggota DPRD Sumatra Barat dari Partai Demokrat menilai, tatanan kehidupan normal baru produktif dan aman dari Covid-19, sosialisasinya kepada masyarakat kurang gencar dilakukan sehingga sebagian besar masyarakat sudah merasa hidup di masa normal dan Covid-19 sudah tak ada lagi.

“Anggapan salah itu perlu diluruskan. Pelurusannya harus dilakukan dengan sosialisasi yang intensif agar anggapan tak ada lagi Corona itu tidak terus berlanjut. Perlu langkah strategis untuk itu, baik dari Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, kabupaten, dan kota,” kata Arkadius. (ioc/ssc)