Agam, inioke.com–Tongkat membawa rebah namanya. Di saat masyarakat berupaya disiplin mematuhi aturan PSBB, anggota DPRD yang semestinya jadi tauladan sebagai wakil rakyat justru tidak taat aturan. Sudahlah tidak taat, mencak-mencak dan marah-marah pula kepada petugas yang mengingatkannya.

Seperti terlihat di potongan video berdurasi 1 menit 34 detik yang beredar luas di media sosial. Video tersebut berisi perdebatan salah satu penumpang mobil dengan petugas check point perbatasan Agam-Pasaman. Penumpang mobil Pajero Sport bertopi dengan logo DPRD Pasaman itu ngotot ingin masuk ke Kabupaten Agam. Sementara, ia tidak memakai masker, duduk di samping pengemudi pula di depan.

Petugas tidak mengizinkan kendaraan tersebut melintas. Terjadilah perdebatan antara kedua pihak ini.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Syafrizal, menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di perbatasan Agam-Pasaman, tepatnya di Jembatan Masang Nagari Silareh Aia. Kejadian sekitar pukul 10.40 WIB, Selasa (12/5).

“Awalnya petugas kita menghentikan kendaraan yang akan masuk. Regulasi PSBB penumpang dicek suhu tubuh dan kelengkapan seperti masker. Namun, beliau agak keberatan,” kata Syafrizal.

Baca juga :  PSBB Sumbar Diperpanjang Lagi hingga 7 Juni, Kecuali Kota Bukittinggi

Setelah didesak, akhirnya pria bertopi itu keluar dengan berat hati. Ia turun dari kendaraan untuk dicek suhu tubuhnya tanpa memakai masker .

“Karena ia tak pakai masker, petugas posko memberi arahan, tapi ia malah mencak-mencak dan kembali ke mobil serta terjadilah perdebatan,” ungkap Syafrizal.

Karena suasana mulai tak kondusif, Syafrizal mencoba menjelaskan situasi, sayangnya pria tersebut tak terima.

“Kemudian ia tetap nekad melanjutkan perjalanan dengan menggeber mobilnya dan memaki kami dengan kata kasar. Masyarakat yang melihat sempat terpancing dan menyuruh kami mengejar, tapi kami menahan diri,” kata Syafrizal.

Ia sangat menyayangkan insiden tersebut, apalagi pria itu seorang wakil rakyat namun tidak menunjukkan prilaku terpuji di tengah pandemi COVID-19.

Ketua DPRD Pasaman sayangkan sikap anggotanya

Ketua DPRD Pasaman, Bustomi, mengatakan anggotanya yang cekcok dengan petugas tersebut bernama Martias dari Fraksi Gerindra. Ia menyayangkan sikap Martias yang tidak patuh pada aturan PSBB.

“Harusnya memberikan contoh yang baik,” ujar Bustomi.

Bustomi juga sudah mengecejk surat tugas Martias, namun tidak ada. Artinya, perjalanan itu bukan perjalanan dinas. Sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Pasaman, ia akan minta klarifikasi Martias terkait perjalanannya hingga kejadian tersebut. (yri)

Baca juga :  Naskah Minangkabau dan Industri Kreatif