Kepulauan Mentawai, inioke.com–Bertepatan dengan Hari Guru Nasional yang ke-75, Program Kejar Mutu Sekolah Dasar melalui pendampingan psikososial dan penguatan modul pembelajaran di Kabupaten Kepulauan Mentawai diluncurkan, Rabu (25/11). Dengan demikian, secara resmi kegiatan kejar mutu SD di Kepulauan Mentawai dimulai hingga sebulan kedepan.

Kegiatan ini dihadiri melalui virtual oleh Direktur Pendidikan Sekolah Dasar Kemdikbud, Sri Wahyuningsih. Hadir juga secara tatap muka, Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet, LPPM Unand dan stakeholder lainnya.

Direktur Pendidikan Sekolah Dasar menyampaikan apresiasi kepada Kepulauan Mentawai dan LPPM Universitas Andalas yang telah memulai melaksanakan program ini dengan sangat serius. Ia juga mengatakan keluarga menjadi faktor utama pendidikan karakter anak di tengah pandemi.

“Dengan program Kemdikbud melalui Direktorat Pendidikan Dasar ini, melakukan pendampingan adaptasi oleh anak didik melalui pendidikan karakter dari rumah. Kita mencoba hadir memberi solusi dalam mempersiapkan SDM didik. Dengan pendampingan ini tentu kesepian psikologis bagi peserta didik anak dalam menghadapi masa belajar dari rumah di tengah pandemi menjadi sangat penting,” ujarnya.

Baca juga :  HUT Ke 74 BNI Wilayah Padang, Berbagi di Tengah Pandemi untuk Satukan Energi Optimis Indonesia

Sementara itu, Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet, pada saat membuka kegiatan mengapresiasi kegiatan pendampingan ini dan berharap ada peningkatan mutu SDM di Kepulauan Mentawai.

“Tanggung jawab pendidikan di masa pandemi ini tidak hanya dititikberatkan pada guru tetapi juga kepada orang tua murid. Pemerintah daerah tentu sangat mendudukung dan menfasilitasi kegiatan ini sehingga program kejar mutu berjalan dengan efektif,” ungkapnya.

Ketua Tim Pendampingan, Ilham Aldelano Azre , mengungkapkan, tujuan Kegiatan ini membantu peserta didik Sekolah Dasar di daerah 3T dan Non-3T untuk mendapatkan hak-hak pendidikan yang berkualitas di masa pandemi Covid-19.

Ia juga menyampaikan, tim Pengabdi lain dari FISIP Universitas Andalas, Rilci Kurnia Illahi, Andri Rusta, serta Asrinaldi. (ioc)