Padang Panjang, inioke.com–Tim pemeriksa hewan kurban Dinas Pangan dan Pertanian Kota Padang Panjang melakukan pemeriksaan postmorthem (pemeriksaan setelah pemotongan) di beberapa titik yang menyelengarakan pemotongan hewan kurban, kemarin (31/7).

Pemeriksaan ini sebagai bentuk pengawasan yang dilakukan untuk memberikan jaminan hewan kurban tersebut bebas dari penyakit yang berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia.

Tidak hanya itu, pemeriksaan juga memberikan pengawasan terkait bagaimana penanganan daging, jeroan dan organ tubuh hewan kurban lainnya agar higenis serta aman terkontaminasi dari kuman dan bahan yang berbahaya.

“Intinya daging yang dihasilkan dari pemotongan hewan qurban tersebut memenuhi kriteria aman, sehat, utuh dan halal atau ASUH,” ujar drh Wahidin dari Dinas Pangan dan Pertanian Kota Padang Panjang.

Dari pemeriksaan dan pengawasan pemotongan hewan qurban di hari pertama di 9 titik pemotongan yang dilakukan di masjid dan mushalla, tim memastikan bahwa ternak yang dipotong telah memenuhi syarat syariat dan syarat kesehatan hewannya.

“Walaupun ada beberapa ekor sapi yang dipotong tersebut ditemukan adanya cacing hati jenis hapatica gigantica, petugas langsung melakukan pemisahan bagian hati yang terserang dan menyampaikan ke panitia untuk tidak didistribusikan atau dibagikan,” ulasnya.

Baca juga :  Islamic Center Mendapat Perhatian Serius Pemko Padang Panjang 2 Tahun Terakhir

Sesuai pantauan dan data yang diperoleh petugas ketika pemeriksaan anthemortem (pemeriksaan sebelum pemotongan), penyelengaraan pemotongan terbanyak akan dilaksanakan Sabtu, 1 Agustus 2020, atau di hari ke-2 hari raya.

Penyelengaraan pemotongan hewan qurban di hari pertama terpantau oleh petugas masih banyak anak-anak yang ikut menyaksikan proses pemotongan, untuk hari kedua petugas telah menyampaikan agar keberadaan anak-anak yang menyaksikan proses pemotongan dapat dihindari.

Sementara data yang diperoleh dari lapangan jumlah ternak hewan kurban per Jumat 30 Juli 2020 pukul 16.00 WIB sebanyak 528 ekor yang terdiri dari 520 ekor sapi dan 8 ekor kambing.

“Data ini kemungkinan akan ada perubahan ketika di hari H pemotongan baik di hari pertama, kedua dan ketiga. Sebagai evaluasi di tahun 2019 jumlah hewan qurban yang dipotong sebanyak 599 ekor, terdiri dari sapi 567 ekor dan kambing 32 ekor, tukuk Wahidin.

Pihak Tim pemeriksa hewan kurban Dinas Pangan dan Pertanian Kota Padang Panjang berharap kepada panitia pemotongan hewan qurban yang di masjid, mushalla maupun lembaga/organisasi lain dalam penyelengaraan tata laksana pemotongan hewan qurban agar menerapkan prinsip kesrawan (kesejahteraan hewan).

Baca juga :  Corona Serang Harimau di New York

“Bila ini dapat dilakukan maka kualitas daging yang dihasilkan akan jauh lebih baik, sehat dan rasa dagingnya akan lebih lezat, tingkat pembusukan daging juga rendah,” tandasnya. (ioc)