Pariaman, inioke.com–Dana desa yang dikelola secara transparan di Kota Pariaman telah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dana desa berkah bagi Pariaman yang tidak mengganti status desa menjadi kelurahan, karena pemanfaatannya sangat luar biasa, termasuk menurunkan angka kemiskinan di Kota Pariaman,” ujar Asisten I Sekda Kota Pariaman Yaminu Rizal dihadapan Tim Penilai Kompetensi dan Transparansi Dana Desa (TPKTDD), Senin (16/11).

Dana Desa diserahkan itu pertama sekali di Sumbar untuk BLT, bahkan diapresiasi langsung Menteri Desa. Kini pembayaran BLT tahap III juga sudah berlangsung di Pariaman.

“Pariaman menjadi pioner di Indonesia penyaluran BLT pada April lalu untuk masyarakat terdampak covid-19, kini penyaluran BLT posisi penyalurannya sudah di November,” ujarnya.

Tak hanya itu dropping dana desa di Pariaman untuk bantu masyarakat terdampak covid-19 tanpa gejolak dan tak ada komplain.

“Karena dilakukan secara transparan dan ada semua berita acara siapa yang terima dan siapa yang tidak ada verifikasinya. Semua dapat kecuali ASN, TNI dan Polri serta pekerja BUMN/BUMD di Pariaman,” ujarnya.

Baca juga :  182 Orang Positif COVID-19 di Sumbar Sekarang

Pemko Pariaman terus melakukan inovasi dana desa seperti membentuk pendamping desa berdikari sebagai back up pemanfaatan dana desa tepat sasaran.

“Kini setiap desa di Pariaman ada satu orang pendampingnya,” ujarnya.

TPKTDD Sumbar, Rusdi Lubis, terkejut pembagian uang BLT di Pariaman tak ada komplain

“Masak nggak ada komplain, kok bisa Pariaman no komplain BLT Dana Desa, setahu saya di negeri kita ini, kertas aja dibagi yang nggak dapat pasti ribut. Ini BLT dari dana desa, uang tidak ribut, atau ada ribut tapi diredam oleh Pemkonya,” ujar Rusdi Lubis.

TPKTDD Sumbar 2020 sudah dua kota kabupaten melakukan kunjungan, tim ke Pariaman terdiri dari Azwar, Rusdi Lubis, Basril Basyar, Gusfen Khairul, Adrian Tuswandi, Eko Yance dan Edi Jarot dan Tan Feri.

Wakil Ketua Komisi Informasi Sumbar Adrian Tuswandi sebagai TPKTDD mengatakan adanya ketransparansian dan ketaatan azaz terjadap regulasi menjadi kunci tak ada riak bagi BLT DD di Pariaman.

“Kunci ada transparan dan tak ada data di antara kita soal pembagian BLT DD, terutama dalam mengungkapkan by name by adress dalam pemberian BLT,” ujar Adrian. (rls)

Baca juga :  Pasaman Barat pecahkan rekor dunia ma-apam dari MURI dengan 1.704 tungku