Padang Panjang, inioke.com–Diperkirakan timbunan sampah yang berasal dari rumah tangga dan pasar di Kota Padang Panjang mencapai 40 ton setiap harinya. Timbunan sampah itu bisa berkurang bila masyarakat bijak mengolahnya.

Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) Kota Padang Panjang, Wita Desi Susanti, menyampaikan, pemilahan sampah bisa dimulai dari rumah tangga dengan memisahkan sampah organik dan anorganik.

“Kalau sampah organik itu bisa kita jadikan pupuk kompos, sehingganya pupuk tidak kita beli lagi. Sedangkan sampah anorganik seperti kemasan minyak goreng itu bisa dijadikan pot bunga,” ungkapnya saat diwawancarai, Senin, (24/8).

Dengan demikian, lanjut Wita, sampah yang dibuang ke TPSA Sungai Andok benar-benar sampah yang tidak bisa dimanfaatkan lagi.

“Untuk saat ini timbunan sampah di Kota Padang Panjang mencapai 40 ton,” ungkapnya.

Mengatasi penumpukan sampah di TPSA Sungai Andok, Dinas Perkim LH juga melakukan pemilahan sampah organik, dijadikan pupuk kompos. Pupuk tersebut dimanfaatkan untuk tanaman-tanaman yang ada di pinggir jalan dan taman-taman di Kota Padang Panjang.

Baca juga :  Bidan Desa di Lubuk Basung Positif COVID-19, Terpapar dari Petugas Labor

Disamping itu, Wita mengimbau masyarakat meminimalisir penggunaan kantong plastik.

“Kepada seluruh masyarakat Kota Padang Panjang, mari kita kurangi penggunaan kantong plastik saat berbelanja di pasar. Kantong plastik yang nantinya di buang ke TPSA, pengurainya butuh waktu berpuluh puluh tahun,” ungkapnya.

Wita juga menyarankan masyarakat menggunakan keranjang bila berbelanja ke pasar. Misalnya, beli bawang bisa digabung dengan beli cabe, satu saja kantongnya. Beli ayam atau daging bisa bawa kotak-kotak dari rumah.

“Agar kantong plastik tidak banyak di rumah tangga, atasi dengan membawa keranjang,” ungkapnya.

Kesadaran masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik, ungkap Kadis juga merupakan bentuk partisipasi menjaga lingkungan. Dengan demikian, masyarakat juga membantu pemerintah mengurangi sampah plastik yang dibuang ke TPSA. (ioc/rilis)