Padang, inioke.com–Rektor Unand,  Yuliandri, akan mewisuda 1100 mahasiswa secara daring pada Selasa, 30 Juni 2020. Keputusan wisuda online diambil karena saat ini masih dalam kondisi pendemi COVID-19.

“Wisuda daring untuk mengantisipasi datangnya orang ke kampus. Hal itu sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan. Nanti orang tua wisudawan kami beri kewenangan memindahkan jambul toga di rumah masing-masing,” ujarnya, Kamis (25/6).

Yuliandri memahami wisuda daring akan sedikit mengurangi gairah. Namun karena kondisi pandemi dan kampus juga ditargetkan untuk kelulusan.

“Saya memahami keinginan calon wisudawan ingin mengajak orangtua dan keluarga ke kampus seperti wisuda sebelumnya. Namun di balik itu semua ada hikmahnya,” tuturnya didampingi Wakil Rektor 1 Mansyurdin.

Ia menegaskan, untuk proses wisuda sudah dimatangkan oleh tim IT dan besok (26/6) akan dilaksanakan gladi bersih. Pada sistem daring ini calon wisudawan diberikan keringanan.

“Wisuda kami gratiskan, bagi yang sudah membayar uangnya akan dikembalikan. Kemudian kemudahan lain bebas pustaka bisa online dan sebagainya,” ungkapnya.

Sementara itu WR 1 Mansyurddin mengakui, awalnya memang banyak penolakan dan protes dari calon wisudawan. Namun setelah dijelaskan dan disepakati wisuda daring.

Baca juga :  STOK MASKER HABIS DI PADANG

“Alasan mereka hampir sama, sekian lama kuliah ternyata wisuda jarak jauh. Namun setelah diberikan pemahaman mereka setuju,” jelasnya.

Kemudian, untuk gairah wisuda , setelah pendemi wisudawan diberikan kesempatan untuk melakukan semacam kegiatan syukuran di masing-masing fakultas.

“Tapi ini harus setelah pandemi dan ada kebijakan pemerintah untuk membolehkan kerumunan,” katanya.

Terakhir, Masyurdin menyampaikan, mulai tahun 2020 Unand resmin memberlakukan wisuda sistem kuota, tidak memakai sistem kalender akademik lagi.

“Sistem ini bisa mempercepat kelulusan, bagi siswa yang sudah selesai langsung daftar dan kuota cukup langsung wisuda,” tutupnya. (ioc)