Padang, inioke.com–Gugus Tugas COVID-19 UNP membagikan bantuan sembako kepada 1000 mahasiswa.

Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial UNP,  Afrifa Khaidir, mengatakan, pemberian bantuan ini diinisiasi oleh Gugus Tugas Covid-19 UNP yang juga melibatkan BEM Universitas Negeri Padang dan BEM Fakultas se UNP dalam melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang masih tertahan di Kota Padang.

“Proses penyerahan bantuan diserahkan kepada masing-masing Fakultas berdasarkan data yang telah dikumpulkan sebelumnya,” katanya.

Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Padang, Ravi Kurnia, mengungkapkan, sebelumnya Gugus Tugas Covid-19 UNP melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNP serta BEM Fakultas Se UNP telah melakukan pendataan kepada mahasiswa melalui link google form yang telah disebar melalui akun Instagram @bemkmunp pada tanggal 30 Maret 2020. Selain itu, BEM UNP melakukan koordinasi dengan BEM Fakultas se UNP untuk menyebarkan link tersebut. Data yang masuk Sekitar 2100-an untuk pengisian link tersebut.

“Karena bantuan ini dalam perencanaannya hanya kepada 1000 mahasiswa maka untuk proses selanjutnya diserahkan kepada masing masing Fakultas untuk disaring terlebih dahulu, karena kebanyakan yang mengisi link google form tersebut adalah mahasiswa-mahasiswa asli Padang yang tinggal bersama keluarga,” ujar Ravi

Baca juga :  Kemenangan Taslim-Syafrizal Motivasi bagi Generasi Muda Palembayan

Sementara itu, Shauqi Isyana Tristantio Mahasiswa Geografi Fakultas Ilmu Sosial UNP angkatan 2016 yang berasal dari Jambi, menyampaikan apresiasi kepada Gugus Tugas Covid-19 UNP dan BEM Se-UNP yang telah menginisiasi aksi ini.

“Bantuan yang kami terima berupa Beras 5 Kg, mie instan 10 bungkus, telur 8 buah, minyak goreng 2 liter, gula 1 kilogram dan teh 1 kotak merupakan bentuk kepedulian kampus kepada Mahasiswa yang masih tertahan di Kota Padang ditengah kondisi seperti ini. Harapan kedepannya agar penanganan penyebaran covid-19 dapat segera teratasi, ini bukan sekedar tugas Pemerintah saja, namun tugas dan tanggungjawab setiap kalangan, dan mohon saling bahu membahu agar kondisi ini cepat berakhir dan kita dapat beraktivitas kembali seperti biasa” Kata Shauqi.

Yudi Antoni, WD III FIS, menyebutkan mahasiawa yang belum pulang adalah disebakan sejumlah faktor, yaitu sedang menyelesaikan tugas akhir. Sementara jika  di kampung, tidak ada atau susah sinyal untuk mendukung perkuliahn daring. Sementara itu,   kendaraan untuk pulang tidak ada lagi

Ravi Kurnia juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa UNP untuk tetap berada di rumah dengan mengikuti anjuran Pemerintah, tetap jaga kesehatan dan kebersihan. Ia juga meminta Pemprov Sumbar agar lebih ketat lagi dalam menyaring masyarakat yang masuk. Kemudian, masyarakat rantau yang ingin pulang ke Sumbar agar menahan diri dulu sampai kondisi benar-benar aman dan terkendali.

Baca juga :  Waspada Transmisi Lokal, Jumlah Positif Covid-19 Capai 102 orang di Sumbar

“Semoga penyebaran COVID-19 ini secepat mungkin dapat teratasi. Kepada setiap kalangan baik itu pemerintah, masyarakat maupun mahasiswa agar dapat saling membantu dan mengingatkan dan mewaspadai karena ini merupakan tugas kita bersama dalam memutus rantai penyebaran COVID-19,” tandasnya. (BOY)