Padang, inioke.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menawarkan lowongan bagi 211 tenaga di bidang kesehatan untuk mengawasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) coronavirus (COVID-19).

“Tenaga kesehatan ini nanti akan ditempatkan pada lokasi karantina PDP di Kota Padang dan Bukittinggi,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Sabtu.

Tenaga kesehatan tersebut akan mendapatkan kontrak kerja dan insentif sesuai standar Upah Minimum Provinsi (UMP).

“Teknisnya nanti diatur oleh Biro Organisasi Setdaprov Sumbar,” katanya.

Tenaga kesehatan yang dibutuhkan itu masing-masing dokter sebanyak 14 orang, perawat (66 orang), tenaga labor (18 orang), tenaga gizi (23 orang), tenaga sanitasi (36 orang), bidan (27 orang) dan kesehatan masyarakat (kesmas) (27 orang).

Nasrul mengatakan penerimaan tenaga kesehatan itu untuk mengantisipasi peningkatan PDP COVID-19 di Sumbar. Selain rekuitmen tenaga kesehatan, Pemprov Sumbar menyiapkan penambahan kamar isolasi untuk pasien corona.

“Kalau yang positif corona, kita siapkan 64 kamar, untuk PDP sebanyak 120 kamar,” katanya.

Pemprov Sumbar juga menyiapkan 272 kamar karantina untuk ODP dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di instansi pemerintahan.

Baca juga :  Dosen UIN Imam Bonjol Serahkan Bantuan APD kepada RS Unand

Ketua Panitia Seleksi Tenaga Kesehatan PDP, Alwis mengatakan jangka waktu kontrak tenaga kesehatan ini sampai Desember 2020 dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan.

Persyaratan umum bagi yang ikut melamar, Warga Negara Indonesia (WNI), berdomisili di Provinsi Sumbar, usia minimal 21 tahun dan maksimal 50 tahun. Persyaratan lainnya, memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan, memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku dan sehat jasmani dan rohani sesuai jabatan yang dilamar.

Sementara, persyaratan khusus bagi dokter diutamakan yang memiliki sertificate pelatihan Advanced Cardiac Life Support atau Advanced Trauma Life Support atau Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat atau General Emergency Life Support.

Bagi tenaga bidan dan perawat diutamakan yang memiliki Basic Cardiac Life Support atau Basic Trauma Life Support atau Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat. Khusus tenaga kesehatan masyarakat diutamakan yang Program Studi Epidemiologi, dan khusus tenaga laboratorium diutamakan ahli teknologi laboratorium medis.

Cara pendaftaran calon pelamar melakukan pendaftaran secara online. Pendaftaran dilakukan dengan mengirimkan surat lamaran yang dialamatkan kepada Ketua Panitia Seleksi Pengadaan Tenaga Kesehatan Tanggap Darurat Covid-19 Provinsi Sumatera Barat.

Baca juga :  Dua laki-laki tertangkap diduga hubungan badan di mushala, satu orang masih remaja

Dengan melampirkan antara lain scan ijazah asli, scan KTP, Pas foto ukuran 3 x 4 cm, scan surat tanda registrasi yang masih berlaku, scan sertificate pelatihan Advanced Cardiac Life Support atau Advanced Trauma Life Support atau Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat atau General Emergency Life Support bagi dokter (bagi yang memiliki).

Syarat selanjutnya, scan Basic Cardiac Life Support atau Basic Trauma Life Support atau Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat bagi Bidang dan Perawat (bagi yang memiliki) dan curiculum vitae dengan melampirkan surat keterangan pengalaman kerja.

Persyaratan lainnya, menyampaikan essai dengan tema “Peranan Medis dalam Penanganan COVID-19” sesuai dengan kompetensi yang diambil minimal 1 halaman folio. Lamaran dikirimkan ke email seleksi.relawan@sumbarprov.go.id mulai tanggal 28 Maret sampai 31 Maret, pukul 23.59 WIB.

Proses seleksi adalah administrasi dan penilaian essai.