Padang, inioke.com–Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN) Pauh Sembilan Kecamatan Kuranji Kota Padang adakan Pagelaran Karya Produk Ekonomi Kreatif 2020. Pagelaran di Medan nan Bapaneh Pauh Sembilan ini berlangsung sejak kemarin sampai Oktober mendatang.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, menyampaikan apresiasinya masih ada kegiatan seperti ini, yang merupakan keinginan dari anak nagari Pauh Sembilan Kuranji sendiri.

“Budaya adalah suatu tradisi yang diikuti secara turun menurun dan itu memang ada yang harus melestarikannya, jadi budaya itu sewaktu waktu dia bisa hilang kalau tidak ada pelestariannya,” ungkap Nasrul Abit, saat pembukaan pagelaran kemarin.

Kegiatan ini akan diisi dengan penampilan group kesenian tradisional, seperti, randai, rabab, saluang, dendang, dan lain-lain se-Sumatera Barat setiap Jumat dan Sabtu. Pada kegiatan ini juga akan disuguhkan kuliner khas Kuranji.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat melalui anggaran pokir Evi Yandri Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat.

“Hari ini kita disini, kita sudah berada di kota besar, Padang ini termasuk kota besar, bahkan sebentar lagi kota internasional, kalau seandainya budaya ini tidak ada yang merawat dia akan hilang tergerus oleh kemajuan teknologi,” kata Wagub.

Baca juga :  Masyarakat Republik Ceko Merayakan Pesta Perpisahan untuk Pandemi

Wagub juga sampaikan terima kasih kepada anak nagari Kuranji, Ketua FKAN, Ketua MPA, ninik mamak, bundo kanduang, pemuda pemudi dan seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi memelihara, melestarikan dan mempertahankan tradisi budaya minang ini.

“Dimana-mana masyarakat sudah tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Tapi hari ini, kita saksikan disini semua anak nagari dibawah pimpinan ninik mamaknya mematuhi peraturan ini, terima kasih banyak,” kata Nasrul Abit.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD, Kadis Pariwisata, Kadis Disnakertrans, Kadis Kominfo Provinsi Sumbar, Kadis Pariwisata Kota Padang, Camat Kuranji, Polsek Kuranji dan Ninik Mamak Pauh Sembilan Kuranji. (ioc/rilis)