Padang, inioke.com–Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, meminta daerah menertibkan pasar tradisional yang tidak mengikuti protokol kesehatan.

“Kami minta daerah aktif memberikan imbauan di pasar -pasar yang ada, termasuk pasar -pasar tradisional. Ajak mereka mengikuti protokol kesehatan dalam penanganan penyebaran COVID-19,” katanya saat konferensi video bersama Kadisperindag Kabupaten/Kota se Sumbar terkait Pelayanan Pasar di Sumbar, kemarin.

Protokol yang harus diikuti terkait pelayanan pasar tersebut dengan melakukan pembatasan pada akses masuk pasar. Setiap pedagang dan masyarakat yang akan masuk pasar diwajibkan menggunakan masker dan juga disiapkan tempat cuci tangan maupun hand sanitizer serta selalu menjaga jarak.

“Diharapkan kepada petugas pasar menjaga kebersihan lingkungan pasar dengan melakukan penyemprotan disinfektan secara simultan. Apabila diperlukan pengamanan dengan bantuan Satpol PP dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

Selanjutnya, Pemprov Sumbar juga akan membatasi pedagang keliling (ngampas), apalagi yang datang dari daerah zona merah.

“Kami akan membuat imbauan kepada Kabupaten/Kota agar melarang atau membatasi pedagang tersebut beroperasi dan surat ini juga ditembuskan ke aparat kepolisian dan TNI agar melakukan pembatasan di setiap perbatasan yang ada,” terangnya.

Baca juga :  Komisi I DPRD Sumbar Ingatkan KPU Daerah Jangan Gegabah Gunakan Anggaran Pilkada 2020

Wakil Gubernur menyampaikan agar komitmen ini dapat berhasil dengan baik juga tergantung dengan kerjasama petugas yang berperan di lapangan. Khusus pendistribusian 9 (sembilan) bahan pokok agar tetap berjalan dengan baik dengan memperhatikan protokol kesehatan penanganan penyebaran COVID-19. (gyn)