Subscribe Now

* You will receive the latest news and updates on your favorite celebrities!

Trending News

Warga keracunan usai makan ikan tongkol di Pasaman Barat, Dinas Perikanan imbau warga selektif beli ikan
Warga Talamau Pasaman Barat yang keracunan ikan tongkol beberapa waktu lalu. Dinas Perikanan mengajak warga selektif membeli ikan tongkol. (ANTARA/Altas Maulana)
OKE News

Warga keracunan usai makan ikan tongkol di Pasaman Barat, Dinas Perikanan imbau warga selektif beli ikan 

Simpang Empat, inioke.com – Dinas Perikanan Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mengimbau warga setempat lebih selektif dan memperhatikan kondisi ikan yang akan dibeli khususnya ikan tongkol agar tidak salah dan menimbulkan keracunan.

“Ke depan jangan hendaknya terulang kembali keracunan ikan tongkol seperti yang terjadi beberapa hari lalu,” kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Pasaman BaratZulfi Agus di Simpang Empat, Jumat.

Ia mengatakan ikan tongkol salah satu jenis ikan yang dikelompokkan dalam kelompok TTC (tuna, tongkol dan cakalang) memiliki kadar histamin tinggi yang dapat menyebabkan keracunan dan alergi.

“Dalam membeli dan mengolah ikan tongkol harus ikan yang masih segar. Ikan yang sudah rusak atau lembek tekstur dagingnya akan mengeluarkan kadar histamin penyebab keracunan,” sebutnya.

Ia menyebutkan cara membuktikan ikan tongkol yang sudah tidak layak konsumsi dengan menekan daging ikan apabila terasa lembek dan bekas ditekan tidak kembali ke wujud semula agar jangan dikonsumsi.

“Memang ikan dengan kondisi seperti itu harganya akan murah. Namun berbahaya dan tidak sehat,” tegasnya.

Baca juga :  Dituntut 5 Bulan Penjara, Wakil Bupati Sijunjung Siapkan Pledoi

Kepada para pedagang ikan ia mengimbau untuk memperhatikan hal tersebut agar ikan tongkol yang sudah tidak bagus dan tidak segar lagi agar tidak dijual kepada masyarakat.

Pada Rabu (11/3) malam puluhan warga Talamau keracunan setelah mengkonsumsi ikan tongkol. Sejumlah korban mendapatkan perawatan di Puskesmas Talu.

Korban mengalami mual, pusing dan muntah-muntah.

Setelah mendapatkan perawatan dan pengobatan korban sudah stabil dan pulang kerumah masing-masing. (*)

Pewarta : Altas Maulana
Editor: Mukhlisun
(ANT)

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *