Padang, inioke.com–Laporan tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso mengungkapkan penambahan 3 orang positif Covid-19 dan 1 orang sembuh hari ini (4/6).

Tim dibawah pimpinan dan penanggungjawab dr Andani Eka Putra ini berhasil melakukan uji spesimen sebanyak 2.119 sample dari berbagai rumah sakit Kabupaten dan Kota se Sumbar. Dimana 2.107 diperiksa di Lab Unand dan 12 sample di Baso Agam.

Tiga orang sembuh tersebut berasal dari Kota Padang 2 orang. Dimana 1 orang dari RST dan 1 orang warga Medan yang baru datang ke Padang untuk kuliah di salah satu universitas di kota Padang. Kemudian, 1 orang lagi dari Kota Padang Panjang yang lusa telah diperiksa, namun inkonklusif. Baru hari ini dinyatakan positif setelah dilakukan pemeriksaan ulang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, mengatakan, data tersebut menunjukkan import case yang perlu diwaspadai saat ini, seperti mahasiswa dari Medan tersebut.

Baca juga :  Webinar Series : Membumikan Sosiologi dalam Pembelajaran di Sekolah

“Untuk itu diperlukan kehati-hatian kita semua menyikapi fenomena ini, karena secara lokal penyebaran covid-19 telah dapat kita kendalikan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan terendahnya posivity rate sumbar secara nasional yaitu 1,8,” ujar Jasman, Sabtu (4/7).

Dengan demikian, total di sumbar positif terinfeksi covid-19 sampai hari ini adalah 763 orang, dengan rincian total kesembuhan 623 orang (81,65%).  Sementara itu, dirawat di rumah sakit, karantina dan isolasi mandiri 109 orang (14,28%), dan meninggal dunia 31 orang (4,06%).

“Dalam hal ini, tidak bosan-bosannya kami mengingatkan pesan Gubernur selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumbar, agar masyarakat tetap waspada. Jangan menganggap bahwa dengan telah bebasnya beraktivitas, seakan virus corona juga tidak ada lagi. Justru dengan telah kembalinya aktivitas seperti biasa, protokol kesehatan harus bertambah ketat lagi kita lakukan,” ungkapnya. (ioc)