Padang, inioke.com–Legitimasi dan keabsahan hasil pilkada bisa didapatkan ketika seluruh elemen merasakan peran penting pilkada dalam pembangunan sosial dan infrastruktur di tengah masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Padang, Atika Triana, dalam webinar bersama Jurusan Ilmu Politik Universitas Andalas, Senin (24/8).

Atika Triana memaparkan tantangan yang dihadapi dalam pilkada di tengah pandemi. Diantaranya, persoalan partisipasi pemilih dalam Pilkada yang akan disongsong kedepan.

“Tingkat partisipasi yang mencapai 79 persen pada Pemilu serentak 2019 di Kota Padang tentu menjadi PR besar para komisioner KPU dalam aturan serta kebiasaan yang berubah di era new normal,” jelas Tika.

Kemudian, lanjutnya, penyelenggaraan Pilkada di masa pandemi dijaga agar tetap demokratis, profesionalitas, dan mengutamakan keselamatan serta kesehatan.

“Artinya, hak politik dan hak kesehatan menjadi seimbang,” katanya.

Selanjutnya, legitimasi masyarakat terhadap hasil Pilkada yang diselenggarakan. Legitimasi ini penting untuk mengatasi ketidaksadaran dan ketidakpedulian masyarakat karena situasi pandemi.

Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Politik Universitas Andalas, Indah Adi Putri, menyampaikan beberapa poin terkait kondisi politik dalam dunia yang berubah sebagai dampak pandemi covid 19. Adaptasi kebiasaan baru dalam mensiasati perubahan yang terjadi membuat sosialisasi politik yang dilakukan oleh KPU dan semua pihak yang terlibat harus dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan dan regulasi yang ada.

Baca juga :  30 Remaja dan Jurnalis Muda Ikuti Pelatihan Google News Initiatif

“Pilkada tidak hanya sekedar pemenuhan prosedur demokrasi tetapi juga yang paling penting mencapai hakikat dan substansi demokrasi itu sendiri. Seperti pemenuhan terhadap hak pemilih untuk mendapatkan informasi yang cukup terkait proses dan tahapan pilkada, di lain sisi tantangan yang muncul ialah keterbatasan akses internet oleh sebagian masyarakat. Ini tantangan bagi KPU dalam menyukseskan Pilkada serentak Desember mendatang,” jelas Indah.

Indah juga mengingatkan regulasi tentang prosedur pemilihan di TPS harus disiapkan sebaik mungkin dengan memperhatikan data pemilih yang benar serta tingkat keamanan baik untuk pemilih mampun penyelenggara.

“Pilkada harus mencapai substansi demokrasi walupun kondisi dan tantangan yang kita hadapi begitu nyata. Pilkada adalah momentum kita menentukan sikap dalam proses pembangunan bangsa. Tantangan yang kita hadapi adalah kesempatan untuk menunjukkan kekuatan yang selama ini belum tergali,” pungkas Indah. (ioc)