Padang Panjang, inioke.com–Pemerintah Kota Padang Panjang lakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman Percepatan Penetrasi Smart City Kota Padang Panjang dengan PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Padang Panjang.

Kesepakatan itu bertujuan untuk wujudkan layanan publik pemerintah, lembaga usaha dan masyarakat yang semakin smart, maju dan akuntabel.

Berlangsung di Aula Lantai III Balaikota, Walikota Fadly Amran Datuak Paduko Malano bersama Pimpinan BRI Cabang Padang Panjang Yori Verdian menandatangani nota kesepahaman tersebut, Kamis (30/7).

Turut mendampingi Asisten dan Staf Ahli, serta disaksikan oleh Kepala OPD di Lingkungan Pemko Padang Panjang dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Fadly mengatakan kesepakatan yang dilakukan tidak lain untuk menyongsong Padang Panjang yang smart, artinya segala bentuk layanan yang diberikan itu transparan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.

“Jadi jika masyarakat telah memakai sistem layanan yang cashless ini, tentu akan lebih transparan dan kita akan mudah mengetahui pergerakan kita per harinya berapa, jika selama ini secara manual, tentu kita harus pergi ke bank dulu untuk melakukan penyetoran dan minimal sehari kita baru bisa mengetahui pergerakan kita,” sebut Fadly.

Baca juga :  Empati Fadly Amran Membuat Haru Pasien COVID-19 RSUD Padang Panjang

Disamping itu, Fadly juga menegaskan kepada OPD agar dalam enam bulan ini masing-masing OPD melaksanakan kerjasama dengan BRI.

Sementara, Pimpinan BRI Veri menjelaskan pihaknya selama ini telah menjalin kerjasama yang baik dengan Pemko, dan layanan yang ada di BRI juga sangat baik dan membantu bagi pihak manapun.

“Seperti halnya, kami dari BRI ada layanan pendidikan dengan sistem smart junio, artinya sistem ini terhubung dengan walimurid dan guru, terkait dengan sistem pembelajaran siswa, tugas rumah, absensi serta mata pelajarannya, dari sana nanti orang tua akan mengetahui persentasi dan dapat memantau perkembangan anaknya di sekolah,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memiliki layanan distribusi untuk sewa pasar, kios dan bahkan parkir. (ioc/rilis)